Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
21 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
22 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
20 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
22 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
21 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Home  /  Berita  /  Politik

Dari Tiga Pimpinan Parlemen, Pengamat: Puan Paling Berpeluang Jadi Capres Ketimbang Bamsoet dan LaNyalla

Dari Tiga Pimpinan Parlemen, Pengamat: Puan Paling Berpeluang Jadi Capres Ketimbang Bamsoet dan LaNyalla
Kolase tiga pimpinan Parlemen, Puan Maharani, Bambang Soesatyo dan LaNyalla M Mattaliti. (Foto: Istimewa)
Senin, 08 Maret 2021 14:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pakar Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai, Ketua DPR RI, Puan Maharani, paling berpeluang maju dalam Pilpres 2024 mendatang ketimbang Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) atau Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti.

"Saya kira Puan sangat berpeluang ketimbang Bamsoet maupun LaNyalla. Alasannya, Puan Maharani saat ini termasuk kandidat kuat di PDIP, sementara Bamsoet dipastikan akan terganjal dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto," ujarnya kepada GoNews.co, Senin (8/3/2021) di Jakarta.

Sementara posisi LaNyalla kata Emrus, secara kelembagaan belum ada capaian yang mencolok di DPD RI. Apalagi, selepas dari Gerindra, LaNyalla tercacat sebagai kader Partai Bulan Bintang, yang dipastikan tidak bisa mengusung kandidat Capres maupun cawapres. "Saya belum melihat ada kebijakan mencolok secara nasional dari LaNyalla," tandasnya.

Kembali ke Puan Maharani, Emrus melihat PDIP akan tetap mengusung puteri Megawati itu. Meskipun kata Dia, ada sosok lain seperti Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini. "Memang di PDIP masih ada dinamika politik. Posisi Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini memang grafiknya selalu naik. Tapi, Nama Puan masih bisa dipoles kembali dengan kebijakan-kebijakan yang menyentuh masyarakat melalui lembaga yang Ia pimpin saat ini," tegasnya.

Terlebih lagi kata Emrus, jika PDIP benar-benar berkoalisi dengan Gerindra, maka langkah Puan ke 2024 tidaklah sulit. "Semua parpol saya kira ingin yang terbaik. Jika Puan dan Prabowo dipasangkan dan syukur-syukur Golkar juga bergabung, mulus sudah jalan Puan ke Pilpres 2024," tandasnya.

Peluang koalisi antara PDIP, Gerindra dan Golkar menurutnya sangat besar. Ia berharap ketiganya bisa bekerjasama dalam menentukan nasib bangsa kedepan. "Dari tiga partai ini setidaknya ada tiga tokoh yang peluangnya sama-sama kuat. Baik Puan, Prabowo dan Airlangga Hartanto. Biasanya akan ada negosiasi dibelakang panggung yang nantinya bisa melahirkan kesepakatan besar. Saya berharap ada koalisi dari tiga partai inj. Andai mereka bersatu saya pastikan menang," urainya.

"Jadi terserah, nanti Puan dipasangkan dengan siapa, bisa Prabowo atau Airlangga. Nah bagaimana cara mengaturnya? Jika dari tiga partai dan salah satunya tidak dipilih berpasangan, ya secara otomatis partai tersebut akan mendapat porsi terbesar di kabinet. Dipercaya memegang kekuasaan di Kementerian begitu," pungkasnya.***

wwwwww