Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
22 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Olahraga

PB Percasi Berikan Edukasi Catur Daring dan Problematikanya

PB Percasi Berikan Edukasi Catur Daring dan Problematikanya
Ilustrasi. (Net)
Jum'at, 12 Maret 2021 18:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak membuat para pecatur berhenti melakukan kegiatannya. Mereka tetap bisa bermain catur, bahkan juga bisa ikut turnamen. Hal ini dimungkinkan, meskipun turnamen tatap muka langsung di darat tidak bisa dilakukan, namun catur dengan bantuan teknologi tetap bisa dipertandingkan, lewat media daring di internet.

Penyelenggaraan turnamen catur tanpa tatap muka langsung semacam ini biasanya menggunakan platform aplikasi catur daring. Ada banyak platform untuk kegiatan seperti ini, namun yang sering digunakan oleh federasi catur dunia (FIDE) dan pecatur top dunia salah satunya adalah platform layanan catur daring di server chess.com.

Sepekan belakangan ini, pemberitaan tentang kasus akun Dewa_Kipas yang memenangkan pertandingan melawan pecatur luar negeri IM Levy Rozman (USA) dengan nama akun GothamChess, sangat ramai diperbincangkan. Hal ini muncul saat akun Dewa_Kipas di-banned oleh chess.com, yang kemudian mengakibatkan ribuan netizen Indonesia melontarkan komen-komen “menyerang” di akun medsos GothamChess dan chess.com seperti di Twitter, Instagram dan juga YouTube karena tidak terima akun Dewa_Kipas di-banned.

Pemberitaan dan informasi yang muncul di berbagai media tentu saja bisa menggiring opini publik yang tak sepenuhnya paham pada permainan catur, khususnya catur daring. ”Untuk mencegah pemberitaan yang tidak sesuai fakta, PB Percasi perlu meluruskan berbagai informasi yang tidak tepat,” ujar Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB Percasi.

Untuk itulah, pada Jumat 12 Maret 2021, PB Percasi melakukan konferensi pers daring dengan menghadirkan nara sumber Eka Putra Wirya (Dewan Pembina PB Percasi), Kristianus Liem (Kabid Pembinaan dan Prestasi PB Percasi), Hendry Djamal (Komisi Catur sekolah PB Percasi), GM Susanto Megaranto (atlet catur), IM/WGM Irene Kharisma Sukandar (atlet catur), serta MN Heri Darmanto, M.Kom, PN, NI (pengamat catur).
Selain memberikan edukasi terkait catur daring, diharapkan kegiatan ini juga membuka ruang bari para wartawan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tepat dari para nara sumber yang kompeten dibidangnya.

PB Percasi sebagai federasi yang menaungi olahraga catur di Indonesia, tentu saja berkepentingan untuk menjaga agar citra catur Indonesia tetap baik di dunia internasional. Tentu dengan cara memberikan penjelasan dan edukasi yang tepat, terutama kepada masyarakat luas. Karena di era digital, catur tak hanya milik para penggemarnya, namun juga para penggiat media sosial di dunia maya.

Perlu diketahui bahwa member CHESS.com saat ini berjumlah sekitar 59.7 Juta orang dari seluruh dunia. Data member yang join dalam 24 jam terakhir sekitar 89.6 ribu orang. Pecatur/GM top dunia yang menjadi member chess.com diantaranya adalah Juara dunia GM Magnus Carlsen, GM Hikaru Nakamura, GM Fabiano, Caruana, GM So Wesley, dan masih banyak lagi.

Turnamen Resmi FIDE (Online) yang digelar via chess.com yakni  https://www.chess.com/events/2021-fide-online-world-corporate-chesschampionship [FIDE Online World Corporate Chess Championship] - 19- 21 Februari 2021, https://www.chess.com/events/2020-asian-nations-cup [Asian Nations Cup] – 9-26 Oktober 2020, - https://www.chess.com/article/view/fide-online-chess-olympiad [FIDE Online Chess Olympiad 2020] – 22 Juli-20 Agustus 2020. Lainnya bisa dicek di alamat https://www.chess.com/article/view/chess-tournaments-calendar-archive.

Chess.com memiliki 16 anggota tim fair-play. Terdiri dari 6 analis, 5 anggota tim teknologi, 2 grandmaster, dan 3 master internasional yang membantu untuk melakukan konfirmasi dan peninjauan. Chess.com berdedikasi untuk menjaga integritas permainan dengan menginvestasikan ratusan ribu dolar setiap tahun untuk memerangi kecurangan.
Chess.com menutup rata-rata lebih dari 500 akun karena kecurangan penggunaan engine setiap harinya dan telah menutup total lebih 400,000 accounts. Dan 120 penutupan akun tiap hari karena pelanggaran lainnya seperti sandbagging, rating manipulation dan jenis pelanggaran lainnya.

Metode deteksi pelanggaran chess.com yakni algoritma yang digunakan sudah diperiksa oleh ahli statistik Harvard Natesh. Pillai, di tahun 2016, yang telah mengkonfirmasi sistem chess.com sudah berfungsi sesuai dengan tujuannya. Pihak chess.com juga sudah memperlihatkan sistemnya ke para pemain top dunia (20 besar dunia) dan para pemimpin pertandingan pada 3 Juni 2020, serta telah menerima dukungan penuh dari USChess setelah peninjauan menyeluruh dari para ahli statistik di komite penilaian.

Chess.com menggunakan berbagai macam bukti untuk membuktikan kasus kecurangan. Chess.com mencermati level permainan, mempertimbangkan beberapa faktor dari perilaku terduga serta juga mempertimbangkan data tambahan lainnya terkait akun terduga tersebut. Metodenya sangat dirahasiakan, karena bila mengungkapkan metode deteksi secara rinci akan dapat memudahkan para pelaku kecurangan untuk menghindari deteksi tersebut.

Metode ini juga mempertimbangkan banyak variabel tambahan dan jauh lebih canggih dibandingkan dengan aplikasi atau perangkat lunak lainnya. Para cheater di Chess.com yang terdeteksi sampai saat ini 46 (12.6%) Grandmaster (17.4%) punya rating 2600+, 80 (22%) International Master, 118 (32.4%) FIDE Master, 95.43% Pria, dan 4.57% Wanita.

Jenis-jenis pelanggaran di chess.com: Cheat Engine, Sandbagging/Rating manipulation, Pelanggaran privasi (hacking), Hate Speech (ujaran kebencian), Pelanggaran hak cipta dan lain-lainya semua dicantumkan di situs resminya.

Ukuran penilaian langkah menurut chess.com: Accuracy, Brilliant, Best move, Good, Book, Inaccuraccy, Mistake, Blunder, dan Missed Win. ***

wwwwww