Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
14 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
16 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
14 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Politik

Belum Bisa Kalahkan Prabowo, Elektabilitas Ridwan Kamil di Pilpres 2024 Mulai Naik

Belum Bisa Kalahkan Prabowo, Elektabilitas Ridwan Kamil di Pilpres 2024 Mulai Naik
Pertemuan Prabowo dan Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)
Selasa, 16 Maret 2021 17:47 WIB
JAKARTA - Survei yang dilakukan oleh IndEX Research menyatakan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terus merangkak naik dalam bursa calon presiden (capres) 2024.

"Untuk Pak Ridwan Kamil relatif stabil. Tapi ada kenaikan dibandingkan dari survei kami pada November 2020. Kenaikannya lumayan signifikan," kata peneliti IndEX Research Hendri Kurniawan seperti dilansir dari Antara.

Kenaikan elektabilitas orang nomor satu di Provinsi Jabar tersebut, kata Hendri, dipengaruhi kebijakan yang dibuat Ridwan Kamil di daerahnya. "Jadi itu asumsi kami, karena itu tidak masuk dalam instrumen pertanyaan kami," ujar Hendri.

Dalam survei dilakukan pada pada 25 Februari hingga 5 Maret dengan melibatkan 1.200 responden mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Adapun pengambilan sampel dilakukan secara acak terhadap responden survei sebelumnya yang dilakukan sejak 2018 dan margin error ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada hasil survei tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto masih mengantongi elektabilitas tertinggi di angka 20,4 persen. Sedangkan Ridwan Kamil melesat ke posisi dua dengan 14,1 persen, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 13,5 persen.

"Fenomena survei pada Ridwan Kamil cukup menarik, mengingat pada hasil survei Mei dan November 2020, elektabilitas Ridwan Kamil hanya berkisar di angka tujuh hingga delapan persen," ujar Hendri.

Selain itu, lanjut Hendri, kenaikan elektabilitas Ridwan Kamil turut dipicu aktivitas politiknya yang relatif tak berdinamika. "Kalau Ridwan Kamil enggak ada satu hal yang bersifat menyerang dan mendelegitimasi dia," papar Hendri.

Menurut Hendri, tingkat elektabilitas dan popularitas kandidat Capres 2024 dari kalangan kepala daerah punya fenomena yang hampir serupa. Karena itu, penting bagi kepala daerah untuk tetap menjaga popularitas dan elektabilitasnya dengan prestasi dan kinerja.

"Jika kepala daerah yang elektabilitasnya relatif stabil ini, karena program yang sudah dilakukan. Namun ini masih lama waktunya, memang dibutuhkan menjaga agar mereka punya ruang pemberitaan positif. Karena kalau negatif, popularitas tidak ekuivalen dengan elektabilitas. Ada kan yang dikenal tapi tidak disukai dan dipilih, termasuk menjaga prestasi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwww