Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Olympic

Pak Moeldoko Gak Usah Mundur dari KSP, Mending Tinggalin Demokrat Saja!

Pak Moeldoko Gak Usah Mundur dari KSP, Mending Tinggalin Demokrat Saja!
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut. (Foto: Istimewa)
Rabu, 17 Maret 2021 13:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Perseteruan antara Partai Demokrat yang sah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan versi Kongres Luar Biasa (KLB) sepihak di Deli Serdang tampaknya masih jauh dari kata akhir.

Terlebih lagi, kubu KLB yang dipimpin Kepala KSP, Moeldoko, telah mendaftarkan kepengurusan mereka ke Kementerian Hukum dan HAM pada Senin kemarin (15/3/2018).

Para pendukung Demokrat pimpinan AHY pun banyak mempertanyakan status Moeldoko yang hingga kini masih menjabat Kepala KSP. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengganti Moeldoko karena telah mencampuri urusan internal Partai Demokrat.

Namun Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, punya pandangan lain soal desakan pengunduran diri Moeldoko.

"Berharap Pak Moeldoko mau mundur sebagai Ketum Partai Demokrat abal-abal jauh lebih mulia, ketimbang kepentingan mendesak mundur dari jabatan KSP," ucap Syahrial Nasution, Rabu (17/3/2021).

Menurut Syahrial, jelas tidak sepadan mempertaruhkan kehormatan dan martabat dengan berusaha mengambilalih kepemimpinan Demokrat. "(Jabatan) KSP diberi oleh Pak Jokowi, sementara ketum abal-abal diinisiasi para petualang politik," tandasnya.***

wwwwww