Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Sambangi PDM Pekanbaru, Irvan Herman: PAN Lahir dari 'Rahim' Muhamadiyah

Sambangi PDM Pekanbaru, Irvan Herman: PAN Lahir dari Rahim Muhamadiyah
Wasekjen DPP PAN, Irvan Herman saat silaturrahmi dengan Pengurus Daerah Muhammdiyah Kota Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Selasa, 23 Maret 2021 19:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Partai Amanat Nasional (PAN) tak bisa dipisahkan dengan ormas Islam terbesar kedua setelah NU, yakni Muhammadiyah.

Karena, PAN lahir dari 'Rahim' Muhammdiyah, dimana saat itu, Amien Rais sebagai sosok penting di Muhammdiyah yang dikenal sebagai sang lokomotif gerakan reformasi 1998, bersama 49 rekannya mendirikan partai berlambang matahari terbit itu.

Pasca keberhasilan menumbangkan Orde Baru, Amien Rais dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA) merasa perlu meneruskan cita-cita reformasi dengan mendirikan partai politik baru.

Majelis Amanat Rakyat (MARA) yang merupakan salah satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto, bersama dengan PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet kemudian membidani lahirnya Partai Amanat Nasional (PAN).

Setelah berhasil turut serta dalam menjatuhkan rezim Orde Baru, Amien Rais (ketua umum Muhammadiyah saat itu) berkeinginan untuk kembali ke Muhammadiyah.

Namun niat Amien Rais batal, dan justru merasa terpanggil melanjutkan perjuangan setelah meruntuhkan rezim Indonesia untuk kembali membangun Indonesia. Tujuannya tersebut membawanya mendirikan partai politik baru yang kemudian diberi bama Partai Amanat Nasional (PAN).

Awalnya partai politik yang berasaskan Pancasila ini awalnya sepakat dibentuk dengan nama Partai Amanat Bangsa (PAB) namun akhirnya berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN) pada pertemuan tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor.

Demikian sejarah singkat berdirinya PAN yang diungkap kembali oleh Wasekjen DPP PAN, Irvan Herman saat silahturahmi dengan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiah (PDM) kota Pekanbaru H Syafrizal Syukur, di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru, Selasa (24/3/2021).

"Silahturahmi ini kami lakukan dalam rangka mempererat hubungam Muhammadiah dan Partai Amanat Nasional khususnya di Kota Pekanbaru. PAN itu lahir dari Rahimnya Muhammadiah sehingga sinergisitas perlu terjalin dengan erat untuk kepentingan bersama membangun negara ini dan Kota Pekanbaru khususnya," ujar Irvan kepada GoNews.co.

Ketua BM PAN Provinsi Riau ini juga mengatakan, silaturrahmi tersebut juga manfaatkan kedua belah pihak untuk saling bertukar ide dan pendapat.

"Pertemuan ini sangat hangat dan kita berbagi ide serta berdiskusi banyak hal. Salah satunya, kami juga meminta pendapat dan arahan dari Ketua Pengurus Muhammadiah Kota Pekanbaru terkait penyusunan Pengurus DPD PAN Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Selain Irvan, hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris PDM Kota Pekanbaru, Aldi Alwitra dan Anggota DPRD Fraksi PAN Kota Pekanbaru Roni Pasla.***

wwwwww