Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
2
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
21 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
3
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
4 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
24 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Nasional

Cegah Insiden Bom dengan 3 Cara Ini...

Cegah Insiden Bom dengan 3 Cara Ini...
Ilsutasi. (gambar: ist./the Indonesian institute)
Senin, 29 Maret 2021 12:50 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Maman Imanulhaq berharap, teror bom serupa insiden di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, tidak terjadi lagi. Untuk itu, deradikalisasi yang mengembalikan nilai kemanusiaan, menjadi penting.

"Itu bisa dilakukan. Pertama, dengan memasukan kepada nilai kurikulum mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi sehingga kita tidak hanya sekedar membahas tentang radikalisme, terorisme, ekstrimime, tapi lebih kepada apa sih hakikat manusia itu, bagaimana kesepakatan kita," kata Maman kepada GoNews.co, Minggu (28/3/2021).

Kedua, lanjut Maman, program-program kepada mantan napiter (narapidana korupsi) harus diarahkan kepada bagaimana mereka lebih dihargai untuk bisa kembali ke tengah masyarakat. "Ini berkaitan juga dengan edukasi terhadap masyarakat yang gampang membuat stigma. (Stigma, red) itu yang membuat banyak sekali mantan napiter yang kembali menjadi teroris karena tidak diterima di tengah masyarakat,".

"Ketiga harus ada upaya koordinatif yang menyeluruh. Dari mulai BNPT, terus juga BIN, kelompok-kelompok Intelijen, sehingga tidak sekedar kita reaktif menangani kasus terorisme, tapi lebih kepada proaktif sehingga jaringan atau sel2 terorisme bisa dimatikan dengan cara yang lebih integral," pungkas Maman.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kartini, Makassar, Sulsel, Minggu (28/3/2021) pagi. Per siang harinya, otoritas menyatakan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang, dan menggunakan sepeda motor saat melakukan aksi bom bunuh diri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik. "Kami sedang dalami dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),".

Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dalam insiden ini. Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Merdisyam dalam tayangan kompastv menyebut, selain korban tewas ada 9 warga yang saat ini dalam perawatan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, DPR RI, Nasional, Peristiwa, DKI Jakarta
wwwwww