Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Serba-serbi Teror Mabes Polri, Gara-gara Ini TVRI Diomelin Media Rusia

Serba-serbi Teror Mabes Polri, Gara-gara Ini TVRI Diomelin Media Rusia
Cuitan TVRI di Twitter. (Kolase GoNews)
Kamis, 01 April 2021 01:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Televisi Republik Indonesia (TVRI) mendapat teguran media asal Moscow, Rusia di Indonesia id.rbth.com.

Teguran itu disampaikan akun @RBTHIndonesia, saat menanggapi cuitan TVRI terkait penembakan polisi terhadap terduga pelaku teror di Mabes Polri.

"Terduga Teroris Di Tembak Mati, Satu Masih Dalam Pencarian. Selengkapnya: https://t.co/eibSCbLaYH," bunyi cuitan akun TVRI sembari membubuhkan hastag TVRI, TVRINasional, MediaPemersatuBangsa.

Cuitan itu langsung ditanggapi akun RBTHIndonesia. "Sedikit koreksi, 'ditembak', bukan 'di tembak'. Seharusnya disambung, tidak dipisah. "Di-" di situ sebagai prefiks, bukan preposisi (kata depan)," tulisnya, Rabu (31/3/2021).

Dilihat GoNews.co, cuitan itu sudah dikomentari ratusan netizen. Berbagai komentar lucu pun memenuhi status tersebut. Menyadari akan kesalahannya, TVRI pun tidak segan mengucapkan terimakasih. "terimakasih atas koreksinya, selanjutnya akan kami perbaiki dan lebih teliti,".

"BIPA UI akan sangat bangga," timpal akun knightesss.

"Banyak admin media sosial institusi resmi milik pemerintah maupun swasta yang membuat kesalahan mendasar seperti ini, tidak bisa membedakan di- sebagai awalan dan di- sebagai kata depan. Mungkin admin media sosial perlu sertifikasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)," ujar akun @Rahziraf.

Untuk diketahui, pada Rabu siang, telah terjadi aksi teror yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan.

Perempuan berpistol yang menyerang Mabes Polri (Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia) itu tewas terkena muntahan timah panas petugas.

Pelaku diketahui berinisial ZA. Dia lahir di Jakarta pada 14 September 1995, atau berusia sekitar 25 tahun.***

wwwwww