Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Basket

UU Diubah, Putin Bisa Nambah 2 Periode, Pak Jokowi Gimana?

UU Diubah, Putin Bisa Nambah 2 Periode, Pak Jokowi Gimana?
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (gambar: ist./sputnik/alexei druzhinin/kremlin/reuters/cbsnews)
Selasa, 06 April 2021 12:20 WIB
MOSCOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani Undang-Undang untuk mengubah konstitusi negara yang akan memungkinkan dirinya mencalonkan diri untuk dua masa jabatan enam tahun lagi atau memberi dirinya kesempatan untuk tetap berkuasa hingga tahun 2036, pada Senin.

CBS News melansir, Putin telah menjalankan negara selama lebih dari dua dekade. Di masa Putin, ruang kebebasan berpendapat dirasa sempit lantaran tindakan keras terhadap lawan politik dan masyarakat sipil.

Salinan Undang-Undang baru tersebut diunggah di situs informasi hukum pemerintah. Sebelum Undang-Undang baru, Putin akan diminta untuk mundur setelah masa jabatan keempat dan saat ini pada 2024.

Putin mengatakan bahwa dirinya adalah "penjamin keamanan negara dan stabilitas domestik" dan bahwa negara harus menghindari gejolak politik. "Rusia telah memenuhi rencananya dalam hal revolusi," katanya sebagaimana dikutip GoNews.co, Selasa (6/4/2021).

Di Indonesia, penambahan masa jabatan presiden juga sempat menjadi diskursus. Analis menyebut, ini sebagai agenda sentralisasi kekuatan negara agar Indonesia bisa menghadapi krisis akibat pandemi yang tak jelas ujungnya. Sementara itu, negara-negara di dunia termasuk Indonesia bersama WHO (World Health Organization) tengah mewaspadai munculnya pandemi baru selain Covid-19.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Metropolitan
wwwwww