Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Olympic

Tiga Ekor Harimau Berkeliaran di Agam, Dua Ekor Kambing jadi Mangsa

Tiga Ekor Harimau Berkeliaran di Agam, Dua Ekor Kambing jadi Mangsa
Ilustrasi harimau dan kambing. (Foto: Internet)
Senin, 12 April 2021 22:18 WIB
AGAM - Tiga ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilaporkan berkeliaran di wilayah perkebunan warga di Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuah, Agam, Sumatera Barat. Si belang bahkan telah memangsa dua ekor kambing milik peternak setempat.

"Ada tiga ekor harimau berkeliaran yang terdiri dari satu ekor harimau dewasa dan dua anaknya yang juga cukup besar. Kambing warga di sini sudah dua ekor dimangsa," kata Eka (35), warga Palupuah, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, kambing milik Rasik (60), jadi mangsa harimau di daerah perkebunan warga di Koto Tabang. Lokasi itu hanya berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

"Masyarakat di sini resah, karena biasanya setelah memakan kambing dan anjing, harimau itu akan mengganggu manusia jika tidak diusir," kata Eka.

Warga saat ini ketakutan hingga tidak berani berladang. "Warga sekitar yang biasa berkebun dan mencari kayu bakar di hutan juga menemukan jejak jejak kaki harimau itu," jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi Vera Ciko mengaku sudah menerima laporan mengenai kemunculan harimau di Palupuah. "Kami sudah menerima laporan munculnya harimau itu dan kambing-kambing yang dimakannya. Kami akan melakukan tindak lanjut hari ini," katanya.

BKSDA hari ini akan melakukan cek lokasi untuk memastikan keberadaan harimau itu. "Sesuai SOP, kami terlebih dulu akan melakukan pengusiran, kemudian baru memasang perangkap setelahnya," kata dia.

Sebelumnya, BKSDA melakukan pengusiran harimau yang memangsa tiga ekor kerbau di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur pada Maret lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Sumatera Barat, Olympic, PON
wwwwww