Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Soal Umroh, Wapres Minta WHO dan Saudi Dilobi

Soal Umroh, Wapres Minta WHO dan Saudi Dilobi
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist. setwapres)
Kamis, 22 April 2021 16:49 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendorong Pemerintah China dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin untuk segera mendapatkan sertifikasi vaksin Sinovac dari WHO (World Health Organization), menyusul terkendalanya pemberangkatan jamaah umrah Indonesia.

Selain itu, Menkes RI, Budi dan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, juga diminta untuk ikut melobi Pemerintah Arab Saudi agar jamaah umrah dari Indonesia yang sudah divaksin Sinovac bisa melaksanakan ibadah itu.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi hanya menerima jamaah umrah yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 yang sesuai daftar penggunaan darurat atau EUL (emergency use listing) dari WHO. Dan vaksin dari China, Sinovac yang digunakan di Indonesia, ternyata baru dalam proses daftar di WHO.

"Bagaimana supaya sebisa mungkin yang namanya Vaksin Sinovac itu diperbolehkan. Itu yang diminta Wapres supaya dilobi ke Pemerintah Arab Saudi," kata Masduki Baidlowi, Jurubicara Wakil Presiden RI, Maruf Amin sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari antaranews.com, Kamis (22/4/2021).

Berdasarkan daftar EUL/PQ (prequalification) di laman resmi WHO, Sinovac dijadwalkan mendapat izin penggunaan darurat pada awal Mei 2021. Tapi penggunaan vaksin ini di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli
wwwwww