Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
7 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
9 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
15 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
8 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
12 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
14 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  Olahraga

Soal Usulan Perbaikan GOR di Sikka, Menpora Hanya Bantu Rekomendasi

Soal Usulan Perbaikan GOR di Sikka, Menpora Hanya Bantu Rekomendasi
Menpora, Zainudin Amali didampingi Deputi IV Kemenpora, Chandra Bhakti menerima Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (foto:kemenpora.go.id)
Kamis, 22 April 2021 15:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menpora, Zainudin Amali hanya bisa membantu memberikan rekomendasi tentang rencana Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo  yang akan melakukan perbaikan Gelanggang Olahraga (GOR) di wilayahnya. Pasalnya, Kemenpora sudah tidak memiliki kewenangan untuk pembangunan fisik fasilitas olahraga dan telah dialihkan di Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PUPR).

"Anggaran untuk pembangunan fisik di Kemenpora sudah tidak ada sejak tahun 2020. Dan semua yang berkaitan pembangunan fisik kewenangan Kementerian PUPR. Tapi dari sini kita bantu rekomendasi," ujar Amali usai menerima audiensi Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo di ruang kerjanya, lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Dalam audiensi tersebut, Fransiskus didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Margaretha Movaldes, dan Anggota DPR RI Dapil NTT I, Melchias Markus Mekeng.

Diakui Amali, GOR tersebut memang sudah cukup tua karena dibangun pada tahun 1960. Bahkan, GOR ini punya sejarah dimana menjadi tenpat penginapan Paus Fransiskus saat dia datang ke Indonesia.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengaku senang bisa bersilaturahmidan menyampaikan aspirasinya perbaikan GOR kepada Menpora Amali. "Kami menyampaikan usulan kami untuk perbaikan GOR. GOR itu juga menjadi simbol kebanggaan kami di daerah. Jadi bisa menaikan harga diri dan juga bisa memberikan semangat dan kepercayaan bagi para pemuda untuk meraih prestasi dalam bidang olahraga," ungkapnya.

Selain itu, kata Fransiskus, GOR tersebut juga bisa membangkitkan perekonomian karena dalam event-event olahraga tersebut menjadi kegiatan kepariwisataan. "Jadi UMKM (usaha kecil dan menengah) juga bisa akan maju dengan kehadiran GOR yang kami usulkan," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Dapil NTT I, termasuk meliputi wilayah kabupaten Sikka, Melchias Markus Mekeng mengatakan GOR di Sikka ini sudah sewajarnya diperbaiki agar menjadi salah satu sarana untuk pembentukan anak-anak muda menjadi juara di tingkat nasional maupun internasional.

"Karena GOR ini sudah terlalu lama. Tahun 1960 dibangun tentunya prasarananya tidak mencukupi. Jadi saya akan berjuang sesuai dengan kapasitas saya sebagai anggota DPR RI. Tentunya meminta doa restu dari Menpora agar perjuangan ini bisa terlaksana dengan baik dan Kabupaten Sikka bisa menciptakan atlet-atlet unggul untuk nama bangsa kita," tukas Mekeng. ***

wwwwww