Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
22 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
16 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
8 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Hukum

Kinerja Erick Thohir Dipertanyakan Soal Berantas Radikalisme di BUMN

Kinerja Erick Thohir Dipertanyakan Soal Berantas Radikalisme di BUMN
Ketua umum DPP FOKSI, Muhammad Natsir Sahib. (Ist)
Minggu, 25 April 2021 23:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI), Muhammad Natsir Sahib mempertanyakan kinerja Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait peristiwa bom Makassar yang melibatkan oknum pegawai BUMN.

Dia mengaku kecewa terjadinya peristiwa bom yang melibatkan oknum pegawai BUMN tersebut. "Saya kaget dengan peristiwa dan perkembangan kasus Bom Makassar dimana ada oknum BUMN yang diidentifikasi terlibat. Seharusnya kan BUMN dan Aparatur Sipil Negara sudah final mengenai wawasan kebangsaan dan anti terhadap radikalisme," ungkap Natsir Sahib kepada wartawan. 

Lantas Natsir Sahib mempertanyakan kinerja dan upaya menteri BUMN, Erik Thohir mengenai upaya membina dan menciptakan BUMN yang memiliki wawasan kebangsaan dan komitmen terhadap deradikalisasi

"Saya mempertanyakan kinerja Erick Thohir soal kasus ini. Apakah Erick Thohir selaku Menteri BUMN sudah melakukan upaya deradikalisasi dan menanamkan wawasan kebangsaan terhadap pegawai BUMN. Saya rasa ini harus kita pertanyakan ada tidak program tersebut jika tidak Erick Thohir sudah gagal sebagai pemimpin dan wajib di reshufle namun jika sudah ada program kerjanya tolong berikan kepada publik transparansi dan capaian kerja dari program deradikalisasi tersebut," imbuhnya. 

Natsir menambahkan program deradikalisasi di lingkungan BUMN penting dalam  menambah semangat wawasan Kebangsaan Nasionalisme pada pegawai BUMN. "Selain mencegah tindak terorisme juga menumbuhkan semangat perjuangan Kawan-kawan pegawai BUMN untuk bekerja pada negara menciptakan keuntungan bukan kebuntungan," katanya. ***

wwwwww