Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Tingkatkan Penggunaan EBT, Rencana Umum Energi Nasional segera Disesuaikan

Tingkatkan Penggunaan EBT, Rencana Umum Energi Nasional segera Disesuaikan
Ilustrasi panel surya atap di rumah. Ini adalah panel penghasil listrik sebagai energi yang ramah dan ekonomis. (gambar: pixabay/minks)
Minggu, 25 April 2021 22:51 WIB
JAKARTA - Anggota Pemangku Kepentingan DEN (Dewan Energi Nasional) mengungkapkan, DEN akan fokus pada pemenuhan target EBT (Energi Baru Terbarukan) dalam mengantisipasi permasalahan energi di masa mendatang melalui RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yang diselaraskan dengan GSEN (Grand Strategi Energi Nasional).

"GSEN disusun untuk mengantisipasi permasalahan energi 2021-2040, dimana tahun 2030 diharapkan tidak ada lagi impor LPG dan juga crude oil (minyak bumi, red). RUEN yang cakupannya hingga 2025 dan 2050, dan GSEN akan diselaraskan," kata Satya kepada GoNEWS.co, Minggu (25/4/2021).

Penyesuaian itu, kata Satya akan dirampungkan secepatnya.

Sebelumnya, DEN telah menggelar Sidang Paripurna DEN di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (20/04/2021). Presiden Jokowi sebagai Ketua DEN memimpin langsung paripurna tersebut.

Selain permasalahan pasokan, stok, dan impor LPG serta minyak bumi itu, energi juga menghadapi masalah keramahan lingkungan. Sehingga penggunaan EBT memang menjadi solusi dalam pengurangan emisi.

"Untuk itu memang dibuatkan satu rencana dimana saat ini pemanfaatan EBT kita baru mencapai 10,5 gigawatt. Diharapkan ini akan meningkat di tahun 2025 sesuai dengan target capaian 23 persen, menjadi 24 ribu Megawatt. Dan di tahun 2035 kita harapkan ini bisa mencapai 38 ribu Megawatt. Kita upayakan nanti dari PLTS," terang Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang juga Ketua Harian DEN, Arifin Tasrif, usai paripurna.

Arifin menuturkan, bahwa Presiden Jokowi telah memberi arahan dalam paripurna tersebut agar DEN bisa melihat momentum; mengambil kesempatan pandemi untuk masuk ke arah green economy.

"Harus dilakukan penyesuaian lagi antara RUEN yang lama dengan RUEN yang didasarkan pada poin-poin yang telah disampaikan pada Grand Strategi Energi Nasional yang kita susun," kata Arifin menuturkan arahan presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Nasional, Ekonomi, PON, DKI Jakarta
wwwwww