Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
21 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
16 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
7 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Nasional

Tingkatkan Penggunaan EBT, Rencana Umum Energi Nasional segera Disesuaikan

Tingkatkan Penggunaan EBT, Rencana Umum Energi Nasional segera Disesuaikan
Ilustrasi panel surya atap di rumah. Ini adalah panel penghasil listrik sebagai energi yang ramah dan ekonomis. (gambar: pixabay/minks)
Minggu, 25 April 2021 22:51 WIB
JAKARTA - Anggota Pemangku Kepentingan DEN (Dewan Energi Nasional) mengungkapkan, DEN akan fokus pada pemenuhan target EBT (Energi Baru Terbarukan) dalam mengantisipasi permasalahan energi di masa mendatang melalui RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yang diselaraskan dengan GSEN (Grand Strategi Energi Nasional).

"GSEN disusun untuk mengantisipasi permasalahan energi 2021-2040, dimana tahun 2030 diharapkan tidak ada lagi impor LPG dan juga crude oil (minyak bumi, red). RUEN yang cakupannya hingga 2025 dan 2050, dan GSEN akan diselaraskan," kata Satya kepada GoNEWS.co, Minggu (25/4/2021).

Penyesuaian itu, kata Satya akan dirampungkan secepatnya.

Sebelumnya, DEN telah menggelar Sidang Paripurna DEN di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (20/04/2021). Presiden Jokowi sebagai Ketua DEN memimpin langsung paripurna tersebut.

Selain permasalahan pasokan, stok, dan impor LPG serta minyak bumi itu, energi juga menghadapi masalah keramahan lingkungan. Sehingga penggunaan EBT memang menjadi solusi dalam pengurangan emisi.

"Untuk itu memang dibuatkan satu rencana dimana saat ini pemanfaatan EBT kita baru mencapai 10,5 gigawatt. Diharapkan ini akan meningkat di tahun 2025 sesuai dengan target capaian 23 persen, menjadi 24 ribu Megawatt. Dan di tahun 2035 kita harapkan ini bisa mencapai 38 ribu Megawatt. Kita upayakan nanti dari PLTS," terang Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang juga Ketua Harian DEN, Arifin Tasrif, usai paripurna.

Arifin menuturkan, bahwa Presiden Jokowi telah memberi arahan dalam paripurna tersebut agar DEN bisa melihat momentum; mengambil kesempatan pandemi untuk masuk ke arah green economy.

"Harus dilakukan penyesuaian lagi antara RUEN yang lama dengan RUEN yang didasarkan pada poin-poin yang telah disampaikan pada Grand Strategi Energi Nasional yang kita susun," kata Arifin menuturkan arahan presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Ekonomi, Umum, DKI Jakarta
wwwwww