Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Meski Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Membaik, DPR Anggap Masih Jauh dari Target

Meski Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Membaik, DPR Anggap Masih Jauh dari Target
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati. (Foto: Istimewa)
Selasa, 27 April 2021 19:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Meskipun sudah mengklaim bahwa ekonomi Indonesia sudah membaik, namun Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati meminta pemerintah untuk lebih giat lagi dalam menghidupkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasalnya hingga saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih jauh dari target yang dijanjikan. "Pemerintah jangan hanya berwacana mengklaim kondisi ekonomi Indonesia terus membaik," ujar Anis di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Menurut Anis, ekonomi pada kuartal 2021 itu memang diakui lebih baik dari tahun sebelumnya, di masa pandemi ini. Namun hal itu bukanlah perbaikan ekonomi secara menyeluruh dan nasional.

"Belum bisa dikatakan baik, kan targetnya 4,5-5,3 persen pada tahun 2021 ini. Sedangkan menurut Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 4,4 %. Sebelum pandemi saja, pemerintah hanya bisa mencapai 5 persen," tegasnya.

Politisi PKS dari Jakarta Timur ini, meminta pemerintah harus berkerja lebih keras lagi. Sebab salah satu hambatan pertumbuhan ekonomi saat ini lebih kepada masalah kesehatan terkait pandemi Covid-19.

"Jadi kuncinya, pandemi harus di tangani dengan baik. Dan sejauh ini, belum bisa dikatakan berhasil," ujar wakil ketua BAKN itu.

Sejauh ini kata Anis, wanita turut menjadi korban pandemi Covid-19. Hal tersebut dikarenakan banyak dari mereka yang menggeluti bisinis UMKM dan alhasil bisnisnya terkena dampak dari pandemic Covid-19.

Karena itu PKS berkolaborasi dengan Yayasan Pulo Kambing yang dipimpin oleh Vera Nofita akan memberikan pelatihan secara bersama dalam meningkatkan kompetensi peran perempuan.

Adapun yang dimaksud dengan Kolaborasi diatas adalah mengatasi masalah sampah. "Sampah itu jadi salah satu masalah besar di Indonesia. Jakarta saja sampai kehabisan tempat untuk pembuangan sampah. Bank sampah jadi solusi Implementatif untuk diterapkan di Jakarta karena juga bernilai ekonomis dan membuat lingkungan jadi sehat," ujarnya.

Kolaborasi ini pun disambut senang oleh Ketua Yayasan Pulo Kambing, Vera Nofita. Dirinya mengaku sangat senang dengan adanya dukungan penuh dari jajaran pengurus PKS. Dia berharap kiprah yayasan yang dipimpinnya akan semakin membesar sehingga manfaatnya akan semakin banyak dirasakan oleh masyarakat.***

wwwwww