Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Heboh Data Bocor, PKS DPR RI Dorong Pembentukan Otoritas Independen PDP

Heboh Data Bocor, PKS DPR RI Dorong Pembentukan Otoritas Independen PDP
Tampilan situs jual beli raid forum. (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 21 Mei 2021 14:42 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Sukamta mengatakan, penyelesaian pembahasan RUU PDP (Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi) menjadi hal penting pasca peristiwa bocornya data pribadi warga.

Kepada wartawan, Jumat (21/5/2021), Sukamta mengungkapkan, pembahasan RUU tersebut memang tengah stagnan saat ini.

"Karena ada perbedaan pandangan dalam hal penentuan bentuk otoritas perlindungan data pribadi, apakah lembaga independen atau dikelola oleh Kementerian Kominfo. Pembahasan sangat alot di situ," terang Sukamta.

Seharusnya, Ia menjelaskan, kasus dugaan bocornya data BPJS Kesehatan ini menjadi tamparan bagi Indonesia. Bentuk otoritas yang paling tepat adalah lembaga independen, menurut Sukamta.

"Bagaimana jadinya jika badan publik yang karena kelalaiannya menyebabkan terjadinya kegagalan perlindungan data pribadi? Aneh rasanya kemudian badan publik menghukum sesama badan publik," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini berharap, bab otoritas perlindungan data pribadi tersebut bisa segera mencapai titik kesepakatan. "Agar upaya perlindungan data pribadi bisa segera memiliki payung hukum yang kuat terhadap badan privat, masyarakat, termasuk juga badan publik,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Metropolitan, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww