Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Basket

Indonesia dan 8 Negara Lain Tolak Embargo Senjata ke Myanmar

Indonesia dan 8 Negara Lain Tolak Embargo Senjata ke Myanmar
Ilustrasi militer Myanmar. (foto: ist./reuters)
Minggu, 30 Mei 2021 10:00 WIB
JAKARTA - Sembilan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia mendesak PBB untuk tidak mendukung embargo senjata ke Myanmar. Mereka mengirimkan surat ke negara-negara yang mendukung rancangan resolusi Majelis Umum PBB terkait Myanmar.

Mengutip Benar News, resolusi dibuat atas permintaan Liechtenstein dan didukung oleh 48 negara. Resolusi itu merupakan respons atas kudeta militer Myanmar pada Februari 2021.

Media terafiliasi Radio Free Asia yang didanai Amerika Serikat (AS) itu melaporkan, surat dari sembilan negara ASEAN-termasuk Indonesia, berisi permintaan agar rancangan resolusi menghapus kalimat "penangguhan segera pasokan langsung maupun tidak langsung penjualan atau transfer semua senjata dan amunisi ke Myanmar,".

Lansiran yang dikutip GoNEWS.co dari Jakarta pada Minggu (30/5/2021) itu menyebut, Wakil Duta Besar Liechtenstein untuk PBB, Georg Sparber mengatakan bahwa sembilan negara ASEAN itu tidak menjelaskan alasan di balik permintaan tersebut.

Pada April lalu, ASEAN menggelar pertemuan tingkat tinggi sebagai upaya untuk mengakhiri pertumpahan darah di Myanmar dan mendesak terlaksananya dialog antara junta dan pemerintahan yang digulingkan.

Pemungutan suara yang direncanakan oleh Majelis Umum PBB juga ditangguhkan pada pekan lalu. Beberapa diplomat mengatakan penundaan itu dilakukan untuk menggalang lebih banyak dukungan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Basket, DKI Jakarta
wwwwww