Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

Untuk yang ke-84 Kalinya, Filipina Protes Aktivitas China di LCS

Untuk yang ke-84 Kalinya, Filipina Protes Aktivitas China di LCS
Penjaga pantai Filipina mengamati beberapa kapal yang diyakini sebagai kapal milisi Tiongkok di Sabina Shoal di Laut Cina Selatan. Foto didistribusikan oleh penjaga pantai Filipina pada 5 Mei dan diambil pada 27 April 2021. (foto: ist./penjaga pantai filipina/handout melalui reuters)
Minggu, 30 Mei 2021 08:00 WIB
Thitu- Filipina memprotes aktivitas ilegal aset maritim China dan kapal penangkap ikan yang berlangsung di sekitar pulau Thitu di LCS (Laut China Selatan). Filipina menuntut China untuk menarik kapal-kapalnya.

Protes Filipina dilayangkan pada Jumat. Protes ini bukan tanpa alasan sebab Pulau Thitu atau disebut Pag-asa merupakan bagian integral dari Filipina yang memiliki jarak 451 kilometer dari daratan.

"Kepulauan Pag-asa adalah bagian integral dari Filipina yang memiliki kedaulatan dan yurisdiksi," kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan.

Lansiran Reuters yang dikutip GoNEWS.co pada Minggu (30/5/2021) menyebut, China telah membangun kota mini dengan landasan pacu, hanggar dan rudal di Subi Reef, sekitar 25 kilometer dari Thitu.

Ini sudah kali ke 84 Filipina mengajukan protes terhadap China sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat di 2016. Saat itu pengadilan internasional membatalkan klaim ekspansif China di Laut China Selatan. Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan juga Vietnam berlomba mengklaim berbagai pulau serta kekayaan alam daerah itu.

China Memprotes Amerika

Pada Kamis (20/5/2021), China mengecam keras kapal perang Amerika Serikat, USS Curtis Wilbur, yang memasuki Laut China Selatan tanpa permisi. Komando Militer China Kawasan Selatan menyatakan bahwa USS Curtis Wilbur berlayar di perairan Laut China Selatan dekat Kepulauan Paracel tanpa permisi.

China menganggap manuver kapal perang AS itu melanggar kedaulatan negaranya dan mengancam keamanan dan stabilitas di kawasan.

China memang masih berkeras mengklaim hampir 90 persen wilayah di Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Paracel. Namun, klaim China tersebut tumpang tindih dengan wilayah perairan sejumlah negara Asia Tenggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Metropolitan
wwwwww