Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Nasional

Legislator PAN Minta Presiden Turun Tangan soal Pemberangkatan Jamaah Haji

Legislator PAN Minta Presiden Turun Tangan soal Pemberangkatan Jamaah Haji
Ilustrasi haji di tengah pandemi. (foto: ist./detikcom)
Kamis, 03 Juni 2021 10:55 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) DPR RI, Guspardi Gaus, meminta Presiden Jokowi untuk turun tangan dalam persoalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia yang belum ada kepastian.

Sejauh ini, sebab yang mengemuka adalah belum diterimanya vaksin Sinovac oleh Saudi Arabia dan lepasnya Indonesia dari daftar negara yang dilarang memasuki Saudi lantaran pandemi virus.

"Mengingat waktu pelaksaan ibadah haji yang kurang lebih 1,5 bulan lagi, Kami berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat turun tangan langsung melakukan lobi kepada Raja Arab Saudi untuk memastikan calon haji Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci. Apalagi pemerintah Arab Saudi tahun ini hanya mengalokasikan hanya 65 ribu kouta untuk seluruh jamaah haji di dunia," kata Guspardi tertulis kepada GoNEWS.co, Kamis (3/5/2021).

Selain soal diplomasi, Guspardi juga menyoroti perlunya tindakan solutif mengenai vaksin jamaah haji. Opsi yang Ia sampaikan; Pertama, mendesak Sinovac mengurus sertifikasi vaksin mereka ke WHO agar diakui Saudi Arabia; Kedua, memberi vaksin AstraZeneca kepada jamaah haji Indonesia meski sudah disuntik Sinovac selama itu mendapat restu dari otoritas vaksinasi.

Sebagaimana diketahui, vaksin AstraZeneca diterima di Saudi Arabia tapi vaksin Sinovac belum diterima. Sebabnya, Sinovac yang merupakan vaksin karya China itu belum disertifikasi oleh WHO.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww