Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Prabowo Larang Kader Gerindra Serang Megawati

Prabowo Larang Kader Gerindra Serang Megawati
Ilustrasi prabowo saat bertemu megawati. (Foto: Istimewa)
Selasa, 08 Juni 2021 00:23 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melarang kadernya untuk menyerang sosok pribadi pemimpin PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, Minggu (6/6/2021). "Prabowo melarang kita, kader-kader Gerindra untuk menyerang pribadi sosok Mega, beliau katakan Ibu Mega putri proklamator dan sekaligus (pernah) menjabat sebagai presiden," kata Habiburokhman.

"Sebagai tokoh bangsa yang harus dihormati, platform pejuang kebangsaan Bu Mega," tambahnya.

Habiburokhman lebih lanjut menuturkan rasa hormat Prabowo Subianto terhadap Megawati Soekarnoputri memang didasari oleh hubungan yang benar-benar baik. "Kita (Gerindra-PDI Perjuangan) tahu pernah maju bersama sebagai pasangan capres dan cawapres, kemudian dalam berbagai pilkada pernah bareng,' ujarnya.

Bahkan, sambung Habiburokhman, rasa hormat Prabowo terhadap Megawati Soekarnoputri tetap dijaga meskipun dalam pilihan politik sempat berbeda. "Intinya Pak Prabowo menaruh hormat ke Bu Mega, bahkan ketika politik bertentangan," ujarnya.

Atas dasar itu, Habiburokhman menilai peresmian patung Soekarno berkuda di Kementerian Pertahanan yang dihadiri Prabowo dan Mega merupakan ekspresi kedekatan tokoh bangsa. "Terkait agenda Prabowo dan Mega, itu agenda penting baik formal dan substasi. Formal itu peresmian patung Bung Karno yang diketahui proklamator kita," kata Habiburokhman.

"Yang secara substansi bentuk ekspresi kedekatan tokoh bangsa antara Prabowo dengan Mega, Ketum PDI Perjuangan," tambahnya.

Sebagai informasi, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pernah menjadi pasangan capres dan cawapres pada pemilu 2009. Keduanya berhadapan dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono serta Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto.

Tapi, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto kalah melawan Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Boediono. Posisi SBY ketika itu ada petahana atau incumbent.

Situasi politik kemudian berubah pada pemilihan presiden 2014. Megawati dan Prabowo tidak bersama-sama dan saling berhadapan.

Megawati memunculkan kader partai yang disebutnya petugas partai, Joko Widodo yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai kandidat di Pilpres 2014. Bukan menggandeng Prabowo, PDI Perjuangan saat itu mengusung Jusuf Kalla sebagai pasangan bagi kadernya.

Sementara Prabowo menggandeng Hatta Radjasa, dan kalah dalam pertarungan pilpres melawan Jokowi-JK. Selanjutnya di Pilpres 2019, Prabowo dan Mega lagi-lagi berhadapan dalam langkah politik di Pemilu Presiden.

Jokowi yang incumbent, menggandeng Ma’ruf Amin sedangkan Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno yang melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lagi-lagi, dewi fortuna belum berpihak kepada Prabowo dalam pemilihan presiden yang diikutinya tiga kali. Prabowo-Sandi belum bisa mengalahkan suara dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

Tapi situasi politik yang sempat memanas ketika Pilpres 2019 seketika kondusif. Hal tersebut ditandai dengan pertemuan Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT. Bahkan kini, Prabowo Subianto membantu Jokowi menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Olympic
wwwwww