Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
19 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
15 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Ini Cerita Seorang Penjaga Toko di Mall setelah Divaksin Dosis Pertama
Kesehatan
24 jam yang lalu
Ini Cerita Seorang Penjaga Toko di Mall setelah Divaksin Dosis Pertama
4
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
5
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
19 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
6
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
Kesehatan
23 jam yang lalu
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
Home  /  Berita  /  Olahraga

Terapkan Model Prokes IBL, FIBA Asia Cup 2021 Berpeluang Hadirkan Penonton

Terapkan Model Prokes IBL, FIBA Asia Cup 2021 Berpeluang Hadirkan Penonton
Selasa, 08 Juni 2021 16:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kesuksesan pelaksanaan kompetisi basket Indonesian Basketball League (IBL) 2021 menambah semangat dan kepercayaan diri Panitia Pelaksana (Panpel) FIBA Asia Cup 2021 bisa melakukan hal yang sama dalam kejuaraan bola basket elite antarnegara Asia ini.

Pelaksanaan IBL mendapatkan pujian sejumlah tokoh di Tanah Air seperti Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menpora hadir pada game pertama, sementara yang lainnya menonton di game ketiga Final IBL 2021.

"Apresiasi dari berbagai pihak kepada IBL membuat kita yakin bisa menerapkan model serupa yang mengedepankan protokol kesehatan ketat di FIBA Asia Cup, dengan beberapa penyesuaian sesuai arahan dari FIBA," kata Ketua Panpel FIBA Asia Cup 2021 Junas Miradiarsyah, yang juga menjabat sebagai Direktur IBL.

Pada fase pertama, IBL menggunakan sistem bubble (gelembung) yang tertutup dari pihak luar. Seluruh pemain, ofisial, dan panpel harus melalui tes PCR berkala.

Selain tanpa penonton, awak media pun tidak bisa datang melakukan peliputan. Namun pihak IBL memfasilitasi peliputan jarak jauh dengan menyediakan materi statistik, wawancara jarak jauh secara virtual.

Namun pada fase kedua, peliputan sudah bisa dilakukan, tapi dengan sejumlah syarat ketat dan pembatasan. Sementara kerabat dekat para pemain juga bisa menyaksikan pertandingan dari bangku penonton dalam jumlah terbatas dan sebelumnya harus melewati protokol kesehatan ketat.

Model fase kedua berpeluang bisa diterapkan di FIBA Asia Cup 2021, di mana wartawan bisa meliput langsung kegiatan dan penonton diizinkan menyaksikan pertandingan dalam jumlah terbatas di Istora, Senayan, Jakarta.

Junas mengatakan, panpel akan berusaha keras mengatasi setiap batasan yang muncul karena pandemi Covid-19 ini. Ia meyakini kerja sama kuat dari semua elemen dan disiplin tinggi terhadap protokol kesehatan akan membawa kesuksesan serupa pada penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021.

Sebelumnya, Menparekraf menyambut baik kesuksesan penyelenggaraan IBL. "Kesuksesan ini membawa angin segar dan menambah kepercayaan diri Indonesia untuk menjadi tuan rumah event-event bergengsi dunia seperti FIBA Asia Cup dan World Superbike," tulis Sandiaga di akun media sosial miliknya.

Sementara Menko Perekonomian menilai IBL telah memberikan contoh positif kepada cabang olahraga lain dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi. Hal senada disampaikan Gubernur DKI. Sementara Menteri BUMN mengatakan FIBA Asia Cup 2021 menjadi momen untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa bangkit dan menggelar kegiatan olahraga besar di tengah pandemi. ***

wwwwww