Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
9 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
17 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
16 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
18 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
16 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
15 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Aksi Terorisme di Kanada, Fahira Idris: Dunia Jangan Diam, Islamofobia Harus Dilawan

Aksi Terorisme di Kanada, Fahira Idris: Dunia Jangan Diam, Islamofobia Harus Dilawan
Warga Kota London di Ontario, Kanada, meletakkan bunga di lokasi pembunuhan satu keluarga Muslim di kota itu, Senin (7/6/2021), sebagai wujud rasa berkabung. (Foto: Reuter)
Jum'at, 11 Juni 2021 12:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aksi terorisme berupa pembunuhan berencana yang didasari atas kebenciaan terhadap muslim terjadi di Kanada. Empat anggota keluarga Muslim Kanada meninggal dan satu anak laki-laki yang berusia 9 tahun mengalami luka-luka serius dalam serangan di kota London, Ontario, Kanada pada Ahada (6/6) malam waktu setempat.

Pembunuhan sadis itu dilakukan seorang pria dengan cara menabrakkan truk pikapnya. Kejadian di Kanada ini, menurut senator DKI Jakarta, Fahira Idris, adalah aksi terorisme. Ia pun meminta dunia tidak boleh diam dan melawan aksi Islamofobia.

"Saya mengutuk aksi terorisme terhadap satu keluarga di Kanada. Kejadian ini membuktikan saat ini Islamofobia adalah persoalan serius di dunia dan sekuat tenaga harus kita lawan. Serangan keji akibat kebencian terhadap Islam dan muslim yang terjadi di Kanada ini harus jadi perhatian para pemimpin dunia terutama para pemimpin negara Barat," ujarnya kepada GoNews.co, Jumat (11/6/2021).

"Kita menunggu kecaman para pemimpin Barat seperti kecaman mereka terhadap aksi terorisme lainnya. Kita juga tunggu aksi nyata para pemimpin dunia terutama di negara-negara yang tingkat Islamafobianya tinggi dan sudah mengakar untuk melindungi warga mereka yang muslim dan melawan Islamofobia," tambahnya.
 
Menurut Fahira, aksi terorisme atas nama apapun tidak punya tempat dimanapun di dunia dan wajib dikutuk. Dirinya mengapresiasi sikap tegas dari Pemerintah Kanada yang dengan lugas menyebut serangan terhadap keluarga muslim ini adalah aksi terorisme. Namun, ada sikap yang berbeda dan standar ganda terhadap berbagai aksi terorisme yang terjadi di dunia terutama oleh para pemimpin negara barat. Apa yang terjadi di Kanada ini benar-benar aksi terorisme yang sangat keji dan harus ada tindakan nyata agar tidak terulang lagi.
 
"Namun, kita harus apresiasi sikap tegas dari Pemerintah Kanada yang dengan lugas menyebut serangan terhadap keluarga muslim ini adalah aksi terorisme. Apresiasi juga wajib kita sampaikan atas pernyataan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang bersumpah akan memerangi Islamofobia di negaranya. Ini sebuah komitmen yang sangat baik untuk melawan segala macam bentuk kebencian terhadap muslim yang masih terus terjadi hingga saat ini," tukasnya.
 
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan satu keluarga muslim di kota London, Ontario, sebagai serangan teror. "Ini adalah serangan teroris, dimotivasi oleh kebencian, di jantung salah satu komunitas kami," kata Trudeau di House of Commons dikutip dari Reuters, Selasa, 8 Juni 2021.

Trudeau pun berjanji bertindak lebih banyak untuk membongkar kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan. Ia menuturkan akan memerangi kejahatan kebencian secara online dan offline. Ia mengatakan akan melakukan hal sama seperti waktu membongkar kelompok ekstremis sayap kanan Proud Boys. "Dengan menambahkan mereka ke daftar teror Kanada," ucap dia.

Sebelumya, Nathaniel Veltman, 20 tahun, diduga menabrakkan mobilnya dengan sengaja ke arah satu keluarga muslim yang sedang berjalan di trotoar di Kota London, Ontario, Kanada, pada Ahad kemarin. Akibat peristiwa in empat orang tewas dan satu anak usia 9 tahun dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya Kepolisian Kanada mengatakan dugaan sementara motif penyerangan ini karena kebencian terhadap agama Islam. “Ada sebuah bukti bahwa dia sudah merencanakan hal ini dan dimotivasi oleh kebencian. Kami yakin para korban itu menjadi target karena keyakinan Islam mereka,” ucap Paul Waight, detektif dari Kepolisian Kota London, Ontario, Kanada.

Selain itu, Justin Trudeau juga bersumpah akan memerangi Islamofobia di negaranya. "Kami akan terus menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk memerangi Islamofobia dan kami akan berada di sini untuk mereka yang berduka,” cuit Trudeau di akun Twitter-nya.

Menurut Trudeau, Islamofobia adalah kebencian yang berbahaya, perbuatan tercela, dan harus dihentikan. "Kepada komunitas muslim di London dan muslim di seluruh Kanada, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di komunitas kami," ucap dia.***

wwwwww