Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
14 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Selain Ketum Parpol, Pangamat Sebut Cak Imin Punya Modal Sosial Tinggi untuk Jadi Capres

Selain Ketum Parpol, Pangamat Sebut Cak Imin Punya Modal Sosial Tinggi untuk Jadi Capres
Diskusi Publik bertajuk Muhaimin Iskandar di Mata Tokoh Sumatera Utara yang digelar Forum Cendekiawan Muslim Muda Sumatera Utara via Zoom, Kamis (10/6/2021). (foto: Istimewa)
Jum'at, 11 Juni 2021 00:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dipastikan akan berlangsung sangat menarik. Sebab, nantinya tidak akan ada tokoh petahana (incumbent). Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa lagi maju karena sudah dua kali menjabat sehingga terganjal aturan konstitusi.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Anang Anas Azhar mengatakan, dalam perspektif komunikasi politik saat ini, publik menghendaki calon presiden (capres) dari figur muda. Anang menilai, sebagai ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memiliki pelung kuat untuk maju capres 2024 mendatang.

"Cak Imin memiliki simbol yang kuat sebab sebagai ketua umum partai politik. Cak Imin memiliki tiket sebagai calon presiden. Figur-figur yang memiliki elektabilas tinggi namun tidak menjadi ketua umum partai politik, tidak menjamin sebab tidak memiliki tiket," ujar Anang dalam Diskusi Publik bertajuk Muhaimin Iskandar di Mata Tokoh Sumatera Utara yang digelar Forum Cendekiawan Muslim Muda Sumatera Utara via Zoom, Kamis (10/6/2021).

Anang mengatakan, saat ini sejumlah figur kandidat capres sudah mulai aktif melakukan sosialisasi. Untuk maju sebagai capres, selain tiket 20% kursi DPR, modal sosial juga memiliki pengaruh yang sangat besar. "Cak Imin memiliki modal sosial yang kuat dan tinggi karena memiliki latar belakang suara kaum Nahdliyyin. Modal sosial NU yang dimiliki oleh Gus Ami sangat besar dengan latar belakang NU," katanya.

Sementara itu, Cendekian Muslim Muda Sumatera Utara Dr. Iwan mengatakan, Cak Imin atau  Gus AMI sapaan lainnya, merupakan politisi kawakan yang memiliki track record panjang. "Bagi saya, Gus AMI adalah orang baik dan menjadi representasi NU yang cocok untuk memimpin Indonesia. Dia dapat mewakili kepentingan kaum muslimin di Indonesia," tuturnya.

Senada dengan Iwan, Sekjen KAHMI Sumut Dadang Darmawan mengatakan, Cak Imin atau Gus Ami, memiliki basis pemilih mayoritas NU dan modal sosial yang cukup tinggi. "Itulah yang dapat membuat keunggulan. Dia adalah figur pemersatu dan itu yang menjadi kekuatannya," katanya.

Sementara itu, Presidium Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia Dedi Handoko mengatakan bahwa Gus AMI merupakan sosok yang sukses mengantarkan PKB mencapai kesuksesan terbesar dalam pemilu dengan menempatkan 58 kadernya sebagai anggota DPR RI. "Ini indikator paling nyata atas keberhasilan Cak Imin. Namun, tantangan adalah bagaimana membawa Cak Imin ke basis pemilih. Ini akan menjadikan Cak Imin memiliki kans yang besar," katanya.

Ketua DPP PKB Faisol Reza menambahkan, Gus AMI merupakan kandidat capres dengan elektabilitas cukup tinggi dan masuk tiga besar. "Gus AMI sosok yang segenarasi dengan kita. Gus AMI adalah representasi dari suara anak muda," tuturnya.

Ketua Komisi VI DPR ini mengaku sudah cukup lama mengenal sosok Gus AMI. "Gus AMI adalah tokoh yang gigih dan detail dalam menjalankan roda organisasi. Saya mengambil banyak pelajaran yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. Sewaktu menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Gus AMI memperjuangkan pembebasan TKI yang terkena hukuman mati. Selain itu, juga melakukan memoratorium pengiriman TKI. Sekalipun banyak ditentang, namun beliau gigih dengan kebijakan ini," katanya.

Peristiwa lainnya, kata Faisol Reza, adalah ratifikasi konvensi PBB tentang Tenaga Kerja Indonesia untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. "Inilah salah satu kekuatan Gus AMI dalam mendorong kebijakan yang baik, melalui lobi, komunikasi, dan lainnya," tuturnya.***

wwwwww