Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
11 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
16 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Arsul Sani Dorong Pemerintah Buka Diskursus Publik Gali Potensi Pajak

Arsul Sani Dorong Pemerintah Buka Diskursus Publik Gali Potensi Pajak
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP, Arsul Sani dalam sebuah diskusi di Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021). (foto: www.gonews.co/dzulfiqar)
Rabu, 16 Juni 2021 15:44 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani menyatakan, seharusnya pemerintah bisa membangun diskursus publik mengenai bagaimana cara meningkatkan pendapatan negara.

Hal tersebut disampaikan Arsul saat mengomentari tanggapan pemerintah atas bocornya rencana pajak sembako.

"Harus tidak sekedar membantah bahwa yang akan dikenakan pajak adalah Sembako premium," ujar Arsul dalam diskusi gelaran Kehumasan MPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Harusnya, kata Arsul, dibangun diskursus publik mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan atau mempertahankan pendapatan negara. "Apa sektor-sektor yang masih mungkin untuk dipajaki lagi,".

Dalam kesempatan itu, Arsul juga menyingung sektor tembakau dan emas.

Sebelumnya, wacana pemerintah untuk memajaki sembako mengemuka di tengah publik. Tak hanya memajaki sembako, pemerintah melalui rencana revisi UU KUP juga ingin memajaki jasa pendidikan. Beragama reaksi penolakan pun muncul.

Dalam diskusi MPR kali ini, selain Arsul yang merupakan politisi PPP, juga hadir Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussammad. Keduanya kompak menyampaikan catatan-catatan kritis.

"Ini kebetulan yang ada di depan dua-duanya anggota koalisi pemerintahan, tapi kita sekarang anggota koalisi lebih kritis dari pada yang enggak koalisi. Habis yang di luar teriakannya belum cukup keras, akhirnya kita ikut berteriak juga lah," ujar Arsul.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, MPR RI, Nasional, Ekonomi
wwwwww