Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Simulasi Olimpiade 2020: Evaluasi Jonatan Usai Jalani Laga Sengit

Simulasi Olimpiade 2020: Evaluasi Jonatan Usai Jalani Laga Sengit
Jonatan Christie . (Dok. PP PBSI)
Rabu, 16 Juni 2021 23:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra, Jonatan Christie harus menjalani laga sengit kontra Chico Aura Dwi Wardoyo di pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 pada Rabu (16/6/2021). Jojo, sapaan akrabnya, harus melewati waktu 84 menit sebelum menang dengan skor 21-17, 23-25, 21-10.

"Saya happy PBSI menggelar momen simulasi seperti ini. Karena kita kan tadinya mau berangkat Malaysia dan Singapura Terbuka tapi tidak jadi, sehingga ini penting buat kita masuk ke ranah pikiran untuk pertandingan," ucap Jonatan usai pertandingan di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

"Ya walau lawannya teman sendiri, tetapi balik lagi kalau udah diset seperti pertandingan seperti ini jadi beda hawanya," lanjutnya.

Jonatan mengaku hasil latihan yang dia lakukan selama hampir dua bulan ini sudah membuatnya lebih baik.

"Dari satu sampai dua bulan saya latihan intens untuk ke Tokyo, semuanya terasa sudah baik. Saya merasa bisa mengatasi tekanan yang ada. Cuma memang ada strategi yang harus diperbaiki lagi," kata Jonatan.

"Tadi itu memang terasa seperti pertandingan sebenarnya. Ditonton banyak orang, ada kamera televisi, perasaannya berbeda, tekanannya berbeda," kata Jonatan lagi.

Berbicara tentang pertandingan, Jonatan mengatakan ia memang coba mengubah-ubah pola permainan untuk menyesuaikan calon lawannya di Olimpiade nanti.

"Di gim pertama saya coba lebih bermain sabar, tidak banyak untuk menyerang. Tapi balik lagi ini kan simulasi, saya pikir saya tidak boleh terpaku dengan satu strategi saja," ujar Jonatan.

"Makanya di gim kedua saya coba ubah untuk menjadi lebih menyerang karena saya juga sudah berlatih pola ini. Namun kendalanya saya masih kurang bisa kontrol jadi banyak poin yang terbuang. Itu yang saya sudah sampaikan ke pelatih untuk diperbaiki secepatnya," tuturnya.

"Olimpiade itu yang terpenting adalah adalah menjaga fokus dan percaya diri karena kita semua tahu di Olimpiade semua bisa terjadi. Mental itu yang utama, kalau pola dan strategi saya rasa peringkat satu sampai 16 sudah sama levelnya," jelasnya.

Tak lupa, Jonatan juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya legenda bulutangkis Indonesia Markis Kido pada hari Senin (14/6) lalu.

"Saya juga mengucapkan turut berduka untuk Markis Kido. Saya sempat ketemu walau tidak sering tapi dia adalah sosok yang rendah hati dan selalu mudah untuk berbagi ilmu," ucap Jonatan.

Di partai ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhasil memetik kemenangan usai lawannya, Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani yang mundur di tengah laga gim ketiga karena Febby mengalami cedera di pangkal paha.

Sedangkan di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani tidak menemui kesulitan untuk menyudahi perlawanan Nandini Putri Arumni. Putri menang 21-9, 21-16.

Kejutan terjadi di partai pamungkas di sektor ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan harus mengakui keunggulan pasangan dadakan Moh Reza Pahlevi Isfahani/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 23-21, 13-21, 21-16.

"Memang harus diakui lawan bermain cukup baik," ucap Ahsan.

"Dan kami belum menemukan pola permainan yang kami mau," sambung Hendra.

Hasil Pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (16/6/2021):

Ganda Campuran: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, 11-21, 21-13, 21-15

Tunggal Putra: Jonatan Christie vs Chico Aura Dwi Wardoyo, 21-17, 23-25, 21-10

Ganda Putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani, 21-18, 16-21, 11-8 (ret)

Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani vs Nandini Putri Arumni, 21-9, 21-16

Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 21-23, 21-13, 21-16. ***

wwwwww