Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  SEA Games

Kehausan dan Tak Fokus, Relawan PPKM Mikro Salah Minum Cairan Desinfektan

Kehausan dan Tak Fokus, Relawan PPKM Mikro Salah Minum Cairan Desinfektan
Petugas PPKM di Jember salah minum cairan desinfektan. (Foto: Merdeka.com)
Sabtu, 26 Juni 2021 02:06 WIB
JEMBER - Zainal Anshori (25), warga Dusun Kloncing, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember nyaris terancam nyawanya.

Zainal yang merupakan petugas relawan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro itu pada Jumat (25/06) baru saja melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah salah satu warga desa. Penyemprotan dilakukan karena salah satu anggota keluarga tersebut baru saja meninggal dengan status positif Covid-19.

"Rumahnya cukup terpelosok, sehingga kita cukup kelelahan juga. Apalagi beberapa hari terakhir kegiatan juga cukup padat," tutur Ribut Supriyadi, perangkat Desa Patemon yang menjadi saksi mata peristiwa tersebut.

Saat itu, para petugas PPKM Mikro Desa Patemon beristirahat di balai desa sebelum melanjutkan penyemprotan di titik yang berbeda. Merela hendak minum air untuk menghilangkan haus.

Naasnya, Zainal salah mengambil botol yang ternyata berisi larutan HydroPyroxide, bahan desinfektan untuk melakukan penyemprotan. "Saat itu kita memang sangat haus, karena cuaca panas. Entah siapa yang menaruh cairan desinfektan di meja, sehingga korban salah ambil," lanjut Ribut.

Sontak, korban Zainal langsung memuntahkan air yang sempat ia minum. Namun sebagian larutan sudah terlanjur tertelan. "Saat itu kita kaget sekali, langsung kita larikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yanga da di sekitar sini," ujar Ribut.

Karena peralatan Pustu yang tidak memadai, mereka kemudian melarikan korban ke Puskesmas Arjasa yang dianggap lebih dekat daripada Puskesmas Pakusari.

"Alhamdulillah di Puskesmas Arjasa sempat mendapat pertolongan pertama sehingga nyawanya terselamatkan," papar Ribut.

Meski demikian, kondisi korban tetap lemas. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, korban lalu dilarikan oleh beberapa temannya ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan motor dari puskesmas.

"Langsung masuk ke IGD Gawat Darurat. Malam ini sepertinya masih harus bermalam di rumah sakit," tutur Ribut.

Diakui Ribut, selama beberapa hari terakhir, petugas PPKM Mikro cukup sibuk dalam melakukan upaya menekan penyebaran Covid-19. Penyebaran dilakukan dengan berbasiskan RT/RW. "Kita terus mengajak masyarakat agar sadar menjalankan protokol kesehatan meski tanpa diawasi oleh aparat. Karena demi keselamatan kita bersama," pungkas Ribut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Timur, SEA Games, Olympic
wwwwww