Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
17 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Luhut: Indonesia Beda Dong!

Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Luhut: Indonesia Beda Dong!
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat bersama Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Rabu, 07 Juli 2021 17:38 WIB
JAKARTA - Banyak masyarakat yang ingin seperti negara Singapura dimana menganggap Covid-19 seperti halnya penyakit flu biasa. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merespons hal itu dan menjawab banyak faktor yang tidak dapat disandingkan.

Menurutnya, dari segi geografis, sosial dan budaya, hingga jumlah penduduk sudah jelas berbeda. Sebab, untuk mengurus penduduk Indonesia yang jumlahnya berkali-kali lipat dibandingkan penduduk Singapura pastinya jauh lebih sulit. Apalagi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau tidak seperti negara Singapura.

"Di Indonesia beda dong. Gini, ngurus 5-6 juta orang dengan ngurus 270 juta orang, ngurus 1 pulau dengan ngurus 17ribu pulau. Ya ngga sama lah beda. Ngga adil juga," ujarnya dalam Podcast Deddy Corbuzier dikutip Rabu (7/7).

Kemudian, lanjutnya, dari segi kedisiplinan pun sangat berbeda. Masyarakat Singapura menerapkan kedisiplinan yang sangat kuat dan ketat. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang kebanyakan sulit diatur. “Kita ke Singapur buang sampah aja ngga ada. Coba kalau disini,” ucapnya.

Meskipun demikian, kata Luhut kita juga perlu mencontoh dari Singapura untuk skala yang lebih kecil. Seperti pendidikan negara tersebut yang sangat bagus.

"Tapi kita juga banyak belajar dari Singapur. Kenapa mereka bisa begitu Dalam skala yang lebih kecil. Pendidikannya bagus apanya bagus. Dulu zaman orde baru juga sebenarnya kita bisa cuma kelamaan aja mungkin orde barunya itu," ungkapnya.

Luhut berharap kepada para pemimpin untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda. Sebab, generasi muda merupakan penerus bangsa yang dapat menentukan dan merubah masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Kita kaum intelektual di level pemimpin itu harus kasih contoh. Contoh pada anak muda kita. Jangan kita kasih contoh yg ga bagus. Ini kan banyak pemimpin kita ini kasih contoh yg ngga bagus buat anak muda kita. Kita semua harus beri contoh yg baik. Ngomong hari ini A besok B,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Voli, Metropolitan, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww