Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Nasional

Gus Imin Minta Polri dan KPPU Tindak Spekulan Obat

Gus Imin Minta Polri dan KPPU Tindak Spekulan Obat
Wakil Ketua DPR RI/Ketum PKB, Muhaimin Iskandar alias Gus Imin dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist./antara)
Kamis, 08 Juli 2021 13:22 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar alias Gus Imin, meminta KPPU dan Kepolisian untuk memberikan peringatan tegas hingga sanksi penutupan sementara kepada oknum yang terbukti memainkan harga atau menimbun obat Covid-19.

Dalam pernyataannya yang dikutip GoNEWS.co, Kamis (8/7/2021), Cak Imin menyatakan, hal tersebut penting guna memberi efek jera bagi oknum sehingga obat di pasaran bisa dijual dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi).

Ketum PKB itu juga mendorong Kemenkes dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bekerjasama dengan Satgas Covid-19 dan Kepolisian untuk mengawasi pasokan serta persaingan penjualan obat penanganan Covid-19 yang beredar di pasaran.

"Serta memastikan obat-obatan yang dijual sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Gus Imin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww