Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Dokter Tirta Angkat Bicara Soal Penundaan Kompetisi

Dokter Tirta Angkat Bicara Soal Penundaan Kompetisi
Rabu, 14 Juli 2021 22:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menjadi hambatan serius bagi sepak bola Indonesia. Sejak Maret 2020, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 telah terhenti. Ada asa Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 untuk digulirkan pada 9 Juli 2021 lalu. Namun kembali ditunda karena angka pandemi Covid-19 masih tinggi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se-Jawa dan Bali. .

Penundaan jadwal kompetisi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 itu telah menjadi perhatian serius dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Dokter Tirta. Sosok yang belakangan sering menjadi influencer terkait pandemi Covid-19 itu berharap kompetisi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021 bisa segera bergulir.

“Pertimbangannya sederhana. Saat ini, psikis masyarakat itu terganggu. Tidak dalam situasi yang ideal karena beragam berita tentang pandemi Covid-19 yang berlebihan. Masyarakat butuh hiburan. Dan, hiburan itu bisa menjadi imun agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepak bola itu adalah hiburan,” urai dr. Tirta, Rabu (14/7/2021).

Sosok yang juga dikenal sebagai pengusaha itu juga memahami soal adanya ketakutan akan memunculkan kluster baru dari sepak bola jika kompetisi digulirkan. Ia mengingatkan, pada perhelatan Piala Menpora 2021 lalu telah diterapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, ketakutan itu pun tak terjadi.

Katanya, “Memang ada sedikit masalah soal disiplin suporter usai perhelatan final Piala Menpora 2021 lalu. Tinggal fokusnya saat ini bagaimana PSSI dan LIB (PT Liga Indonesia Baru) bisa memastikan kepada publik bahwa suporter atau penonton tidak datang ke stadion atau berkerumun. Harus ada aturan tegas. Jika tetap ada suporter yang datang, klub akan mendapatkan hukuman berat.”

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mendukung penuh apa yang diutarakan dr. Tirta. “Kami sepakat, menonton sepak bola adalah imun. Sambil berharap angka pandemi Covid-19 turun, mari semuanya berkomitmen dengan rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Tidak datang ke stadion, cukup dukung dari rumah dan tidak berkerumun,” sebut Akhmad Hadian Lukita. ***

wwwwww