Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Voli

Tuai Banyak Protes, Dirlantas: Ojol Boleh Lewati Penyekatan PPKM Darurat

Tuai Banyak Protes, Dirlantas: Ojol Boleh Lewati Penyekatan PPKM Darurat
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo. (foto; Istimewa)
Sabtu, 17 Juli 2021 18:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, memastikan bahwa pengemudi ojek online (ojol), boleh melewati pos penyekatan PPKM Darurat meski tanpa mengantongi surat tanda registrasi pekerja (STRP).

Hal itu dilakukan setelah pengemudi Ojol banyak melakukan protes terhadap petugas di lapangan. Dikatakan Sambodo, dirinya sudah sampaikan kepada semua anggota dilapangan. Dan, hal itu sudah disampaikannya kembali pada Sabtu (17/7/2021) hari ini.

Menurutnya, ojol dapat melintasi pos penyekatan di jam berapapun dengan syarat mereka sedang mengantarkan makanan atau barang, atau sedang menjemput konsumen dengan menunjukkan bukti kepada petugas yang berjaga.

"Memang atribut ojol kan dijual bebas kami tidak mungkin cek satu persatu karena ribuan yang gunakan atribut itu. Apakah dia betul-betul mitra atau hanya memakai jaket saja agar bisa lolos penyekatan," tutur Sambodo.

Oleh karena itu, dia pun juga meminta bantuan kepada penyedia aplikasi layanan ojol untuk ikut membantu menertibkan mitra pengemudinya.***

wwwwww