Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

PKS Minta Pemerintah Tutup Akses Masuk WNA

PKS Minta Pemerintah Tutup Akses Masuk WNA
Ilustrasi WNA yang sedang menunggu kepulangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/4/2021). (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Juli 2021 20:51 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX F-PKS DPR RI, Kurniasih Mufidayati, meminta pemerintah segera menutup akses masuk bagi TKA maupun WNA selama masa PPKM Darurat.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima GoNEWS.co, Minggu (18/7/2021), Mufida menyatakan, tidak adanya larangan masuk terhadap WNA dan TKA selama PPKM Darurat merupakan sebuah kenyataan pahit di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih kerepotan dan terkendala dalam menangani penyebaran penularan Covid-19.

"Saya berpendapat semestinya kita melakukan pelarangan masuknya WNA dan TKA. Ini sangat penting untuk dilakukan," kata Mufida.

Sebagai legislator bidang kesehatan nasional, Mufida mengatakan, salah satu kekhawatiran di dalam negeri saat ini adalah masuknya varian-varian baru virus korona yang lebih ganas.

"Sementara kita masih belum dapat menanggulangi varian delta, jika tidak dilakukan pembatasan atas WNA dan TKA maka akan memperbesar kemungkinan varian lain yang mungkin akan lebih berbahaya dari varian delta yang menyebar sekarang," kata Mufida.

Ia menegaskan, "Kami meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan kepentingan yang lebih besar dibandingkan kepentingan mendatangkan TKA dan WNA sekarang ini,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Kriminal, Nasional
wwwwww