Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
11 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
11 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
11 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Voli

Anggaran Insentif Naik Rp1,08 T untuk 23 Ribu Nakes Baru

Anggaran Insentif Naik Rp1,08 T untuk 23 Ribu Nakes Baru
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Juli 2021 20:48 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menaikkan anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) sekitar Rp1,08 triliun pada tahun ini. Anggaran ini sengaja dinaikkan untuk menutup kebutuhan insentif bagi 23 ribu nakes yang baru direkrut.

"Insentif nakes diberikan tambahan karena rumah sakit darurat membutuhkan tenaga dokter dan tenaga kesehatan," ucap Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7).

Ani mengungkapkan, akan ada 3.000 dokter baru yang direkrut. Sementara perawat baru yang direkrut mencapai 20 ribu orang. "Maka kami menambahkan Rp1,08 triliun dari Rp17,3 triliun bagi insentif tenaga kesehatan, baik yang di pusat dan daerah. Jadi totalnya Rp18,4 triliun," jelasnya.

Bendahara negara ini menjelaskan, tambahan anggaran insentif ini selanjutnya akan diserahkan ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk proses pencairannya. Ia juga meminta Menkes bisa mempercepat pencairannya kepada nakes. "Percepatan untuk pencairannya di Bapak Menkes yang bisa jelaskan, tapi kita sudah sediakan anggarannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Ani mengatakan pemerintah sudah membayar tagihan insentif nakes sebesar Rp2,94 triliun kepada 375 ribu orang per 9 Juli 2021. Realisasi ini merupakan kewajiban pembayaran untuk tahun anggaran 2021.

Sementara untuk pembayaran tunggakan insentif nakes pada 2020 telah diselesaikan Rp4,65 triliun untuk 200,5 ribu orang. Selain itu, pemerintah telah membayar lagi tunggakan insentif tahap selanjutnya sebesar Rp1,42 triliun.

Sedangkan untuk pembayaran insentif nakes di daerah telah disalurkan mencapai Rp3,28 triliun untuk tahun anggaran 2020 dari total tunggakan Rp4,17 triliun. "Sisanya masih dalam proses akselerasi pembayaran insentif nakes daerah melalui earmark DAU dan DBH yang sebesar Rp8,15 triliun dari transfer yang kami berikan ke daerah," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Voli, Olympic
wwwwww