Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Olimpiade 2020 Tokyo

Potensi Rio Luar Biasa, Okto: Pelajaran Berharga di Tokyo

Potensi Rio Luar Biasa, Okto: Pelajaran Berharga di Tokyo
Senin, 26 Juli 2021 21:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menilai Rio Waida telah berupaya maksimal menaklukkan surfer andalan tuan rumah Jepang Kanoa Igarashi pada Ronde III cabang olahraga surfing Olimpiade 2020 Tokyo. Dalam lomba yang dimainkan di Pantai Tsurigasaki, Chiba Jepang, Senin (26/07/2021), surfer berdarah Indonesia-Jepang ini harus mengakui keunggulan Kanoa Igarashi yang menempati peringkat 6 dunia tersebut.

“Kami baru saja menyaksikan jagoan selancar Indonesia, Rio Waida bertanding dan melihat perjuangan kerasnya. Tidak gampang memang mengalahkan Igarashi yang menempati peringkat 6 dunia dan bertanding di kandangnya,"  kata Okto, sapaan karib, Raja Sapta, yang menyaksikan langsung penampilan Rio di Pantai Tsurigasaki. 

Okto menilai Rio Waida merupakan atlet selancar yang punya potensi. Apalagi, katanya, Rio masih berusia muda. 

"Rio itu usia sangat muda 21 tahun dan punya potensi yang sangat luar biasa. Penampilan di Tokyo ini menjadi sebuah pelajaran berharga untuk bisa lebih baik ke depan," katanya lagi. 

Okto menjelaskan bahwa atlet berpotensi seperti Rio harus tetap terus menambah jam terbang. Apalagi, cabang olahraga surfing dipastikan akan dipertandingkan hinna tiga penyelenggaraan Olimpiade ke Depan, yakni Paris (2024), Los Angeles (2028), Brisbane (2032).

Setelah tampil di Olimpiade, kata Okto, Rio akan bersiap tampil pada Kejuaraan Dunia Selancar yang akan digelar di Meksiko, 10 Agustus 2021 mendatang. "Terima kasih Rio atas perjuanganmu di Olimpiade 2020 Tokyo. Selamat berjuang di Meksiko," kata Okto.

Mengingat cabang olahraga selancar sudah masuk dalam.cabang olahraga resmi olimpiade, kata Okto,  NOC Indonesia akan mengawal langsung pergerakan Rio Waida dan timnya yang menyusun program pembinaan dan kalender event yang akan diikuti. Hal ini sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional yang lahir di era Menpora Zainudin Amali dimana misinya menjadikan Olimpiade sebagai target utama. Sementara Asian Games dan SEA Games sekadar menjadi sasaran antara.

"Olahraga surfing ini sangat potensial menjadi olahraga andalan karena Indonesia memiliki banyak pantai. Saya yakin kita memiliki banyak atlet selancar seperti Rio yang potensial untuk tampil di Olimpiade," ujarnya. ***

wwwwww