Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Toyota Aqua Generasi Kedua, Digadang-gadang Jadi Model Penantang Honda Fit

Toyota Aqua Generasi Kedua, Digadang-gadang Jadi Model Penantang Honda Fit
Toyota Aqua. (Foto: Istimewa)
Selasa, 27 Juli 2021 09:00 WIB

JAKARTA - Toyota Aqua generasi kedua mulai dikirim ke dealer di Jepang pada 25 Juli 2021. Model ini resmi diperkenalkan pada 19 Juli 2021. Aqua yang juga dikenal sebagai Prius C untuk pasar Jepang ini menawarkan sistem hybrid terbaru dan diklaim 20 persen lebih efisien dibanding model sebelumnya.

Model ini berhadapan langsung dengan Honda Fit (Honda Jazz generasi terbaru) yang debut pada Tokyo Motor Show 2019. Model ini juga menjadi rival bagi Nissan Note e-Power yang cukup laris di Jepang.

Toyota Aqua dibangun dengan platform Toyota New Global Architecture GA-B (TNGA) yang juga digunakan pada Toyota Yaris terbaru.

Lantas apa yang diunggulkan dari Aqua ini? Mari kita bedah. Sistem hybrid pada Aqua generasi terbaru diklaim lebih baik dibanding sistem hybrid pada model sebelumnya. Di bawah kap mesin terdapat mesin bensin 1.5 liter yang dikawinkan dengan motor listrik.

Motor listrik tersebut ditenagai baterai nikel-hidrogen bipolar yang dayanya dua kali lebih tinggi dari model sebelumnya. Dengan demikian, sistem hibrida dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Saat berada di mode hybrid, mobil ini dapat digerakkan dengan satu pedal, mirip dengan BEV dan PHEV, berkat Mode Power+ yang menggunakan pengereman regeneratif untuk perlambatan.

Model terbaru ini juga menjadi Aqua pertama yang menampilkan E-Four all wheel drive (AWD) opsional untuk traksi yang lebih dalam kondisi jalan licin. Toyota mengklaim daya konsumsi bahan bakarnya sangat irit, yakni 2,79 liter/100 km.

Aqua generasi kedua ini juga dilengkapi dengan mode catu daya darurat standar yang memungkinkan listrik ditarik dari kendaraan untuk penggunaan eksternal. Ini berguna saat mengalami listrik mati dan dapat disalurkan melalui stopkontak AC 100-volt/1.500 watt.

Secara desain, Aqua baru dikenal sebagai evolusi dari model sebelumnya. Fender belakangnya lebih berotot dan terintegrasi lebih baik, kemudian garis jendelanya lebih sporty dan lampu LED yang lebih baru.

Dimensi eksterior Aqua terbaru tidak berbeda dengan model sebelumnya, kecuali penggunaan platform baru, bodi yang didesain ulang, dan jarak sumbu roda yang lebih panjang 50 mm.

Toyota mengklaim generasi baru ini memiliki ruang interior yang lebih besar, terutama untuk penumpang belakang, dan boot yang lebih besar.

Panel instrumennya menggunakan gabungan klaster instrumen digital dan layar sentuh 10,5 inci untuk layar infotainment. Mobil ini juga sudah dilengkapi peralatan safety standar seperti Full-speed Range Radar Cruise Control, Lane Tracing Assist, dan Teammate Advance Park systems.

Di Jepang, Toyota Aqua terbaru ini dipasarkan dengan harga mulai 1.980.000 yen atau sekitar Rp 263 juta untuk varian FWD. Sementara varian tertinggi E-Four dilego 2.598.000 yen atau sekitar Rp345 juta.

Toyota percaya diri menargetkan penjualan model ini sebanyak 9.800 unit per bulan. Belum jelas apakah model ini akan masuk ke pasar Indonesia di masa mendatang atau tidak. Yang jelas, model ini memiliki penampilan yang jauh lebih manis dibanding Toyota Yaris di Indonesia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww