Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Ekonomi

RI Teken MoU Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik dengan Konsorsium Hyundai

RI Teken MoU Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik dengan Konsorsium Hyundai
Ilustrasi Mobil Listrik. (Foto: Istimewa)
Kamis, 29 Juli 2021 14:31 WIB

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) untuk investasi pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Indonesia. 

Konsorsium tersebut diwakili langsung CEO Hyundai Mobis Co. Ltd. Sung Hwan Cho dan CEO LG Energy Solution (LGES) Jonghyun Kim serta Direktur Utama IBI Toto Nugroho.

"Agar dalam implementasinya, sesuai dengan undang-undang, (investor) berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan UMKM. Ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Kami akan kawal dari awal sampai akhir investasi untuk baterai sel ini," ujar Bahlil seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution. Konsorsium akan bekerja sama IBI untuk membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total nilai investasi sekitar US$1,1 miliar. Inevstasi ini diklaim menyerap tenaga kerja hingga seribu orang.

Adapun kerja sama investasi ini merupakan tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar. Bahlil mengatakan butuh proses dan negosiasi yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak sebelum investasi ini terealisasi.

Ia mengingatkan agar dalam implementasi kerja samanya nanti, perusahaan menggandeng pengusaha lokal serta UMKM sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Konsorsium Hyundai akan membentuk joint venture (JV) dengan IBI selaku holding BUMN baterai. IBI merupakan gabungan dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

Kerja sama investasi tersebut ditargetkan segera memasuki fase peletakan batu pertama atau groundbreaking pada tahun ini. Fasilitas sel baterai rencananya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 giga watt hour (GwH) yang akan menyuplai kendaraan listrik produksi Hyundai.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Park Taesung, mengatakan kerja sama investasi mobil listrik dan baterai ini akan menjadi pendorong perekonomian yang berorientasi pada lingkungan, teknologi, dan ekspor. “Saya sebagai Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia,” ujar dia.

Direktur Utama IBI Toto Nugroho mengatakan Indonesia memiliki potensi menjadi pemain global industri baterai. Musababnya, Indonesia memiliki 24 persen cadangan nikel di dunia.

"Kami akan memproduksi baterai secara kompetitif untuk memenuhi kebutuhan Indonesia dan juga untuk ekspor. Terima kasih atas dukungan yang sangat besar dari Kementerian Investasi, Kementerian BUMN, dan Ambassador kedua negara," ucap Toto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi, Olympic
wwwwww