Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Basket

Pembunuhan Presiden Moise, Tentara Bayaran Akui Pertemuan di Rumah Mantan Hakim Agung

Pembunuhan Presiden Moise, Tentara Bayaran Akui Pertemuan di Rumah Mantan Hakim Agung
Ilustrasi tentara bayaran. (foto: dok. ist. via islamtimes.org)
Sabtu, 31 Juli 2021 14:09 WIB
JAKARTA - Mantan Hakim Agung Haiti, Wendelle Coq-Telot, diduga terlibat dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise awal bulan ini.

Dugaan itu diungkap kepolisian Haiti pada Jumat (30/7/2021). Kepolisian juga telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Wendelle Coq-Telot.

Dugaan ini muncul dari pengakuan tentara bayaran asal Kolombia dan beberapa warga Haiti keturunan Amerika yang diperiksa polisi.

"Beberapa dari mereka mengindikasikan pernah berada di rumah Ny. Coq dua kali," kata Jubir Kepolisian Nasional Haiti, Inspektur Jenderal Marie Michelle Verrier sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Reuters, Sabtu.

"Orang-orang ini memberi polisi detil dokumen yang ditandatangani dalam pertemuan di rumah Ny. Coq," terang Verrier menambahkan.

Sebagai pengingat, Wendelle Coq-Telot, seorang wanita mantan Hakim Agung yang dilengserkan bersama dua hakim lainnya pada Februari ketika Moise menuduhkan bahwa ada rencana kudeta terhadap dirinya.

Hingga berita ini dimuat, Coq disebut belum bisa dihubungi dan belum diketahui keberadaannya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Basket, Beladiri, Olympic
wwwwww