Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Sosok Role Model Anak Basket Papua

Sosok Role Model Anak Basket Papua
Senin, 02 Agustus 2021 06:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MIMIKA - Basket bukanlah olahraga yang populer di Indonesia. Tapi jadi olahraga yang paling banyak dimainkan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga di ujung timur Indonesia, yakni Papua. Dalam hal ini, tentu Indonesia Basketball League (IBL) Fans ingat bahwa ada satu pemain yang fenomenal. Dia adalah Yoppi France Giay. Pemain yang sukses memancing telanta-talenta Papua berani menunjukkan taringnya.

Kiprah pria kelahiran Jayapura, 28 Februari 1989 di kancah basket, dimulai ketika dirinya mendapatkan beasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana. Lambat laun, tim kampus tersebut mulai berkecimpung di liga profesional. Yoppi sendiri baru masuk mulai tahun 2012 dengan masa kontrak selama tiga tahun. 

Saat itu, tak banyak pemain basket putra asal Papua di profesional. Hanya Vinton Nolland Surawi, lalu menyusul Yoppi dan Rionny Rahangmetan, yang juga bermain di Satya Wacana. Khusus untuk Rionny, dia sempat merasakan persaingan IBL bersama Prawira Bandung di musim 2018-2019. 

Yoppi punya eksplosifitas yang bagus dalam bermain. Dia menjadi forward dengan tinggi 187 cm. Selain piawai mencetak poin, Yoppi kerap kali memperagakan gerakan akrobatik. Bahkan dia punya lompatan yang tinggi dan dengan mudah membuat poin dengan slam dunk. Dia pernah ikut Slam Dunk Contest pada All-Star 2013. 

Namun yang paling diingat dari sosok Yoppi yakni dia berhasil membuka jalan bagi talenta-talenta Papua keluar daerah. Bila ditanyakan pada bintang Satya Wacana, Henry Cornelis Lakay, tentang siapa idolanya, maka dengan lantang Lakay akan menjawab "Kaka Yoppi". 

Di musim pertamanya, Yoppi mengejutkan publik basket tanah air dengan catatan 5,3 PPG dari 28 pertandingan. Catatan tersebut meningkat di musim keduanya (2013-14) dengan torehan 7,4 PPG dari 26 pertandingan. Kemudian di tahun ketiga, Yoppi mampu mencetak rata-rata 7,0 PPG dari 23 pertandingan. 

Yoppi muncul di era media sosial. Jadi dengan kata lain, dialah yang membuat anak basket Papua berani unjuk kemampuan di basket profesional. Dari kemunculannya, memancing talenta basket di Papua berani bermimpi untuk bisa jadi pemain profesional. 

Meski kini sudah tidak aktif lagi di basket profesional. Yoppi akan selalu dikenang sebagai role model anak basket Papua. ***

Kategori:Non Olympic, Papua
wwwwww