Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Apresiasi Kinerja TNI Polri, La Nyalla: Pemda Jangan Tutup Mata

Apresiasi Kinerja TNI Polri, La Nyalla: Pemda Jangan Tutup Mata
Ketua Dewan Perwailan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Istimewa)
Minggu, 08 Agustus 2021 22:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Dewan Perwailan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi langkah cepat TNI, Polri, dan sejumlah lapisan masyarakat yang telah melakukan upaya percepatan vaksinasi nasional guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Namun disisi lain, ia menyinggung kinerja pemerintah daerah yang kurang maksimal dalam pelaksanaan di lapangan. "Saya berharap, itu (vaksinasi) ujung tombaknya itu kan pemerintah daerah, ya mudah-mudahan dengan adanya gerakan dari TNI Polri dan masyarakat, saya berharap pemerintah daerah tidak tutup mata, harus bergerak juga melaksanakan," katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Perumahan Maharaja, Pancoran Mas, Depok, Minggu (8/8/2021).

Terkait hal itu, La Nyalla mengapresiasi kinerja TNI Polri yang terlibat aktif dalam pelaksanaan vaksinasi. Termasuk ketetrlibatan masyarakat, salah satunya, kata dia, seperti yang dilakukan Amar, warga sipil yang membuka gerai vaksinasi di Maharaja ini.

Dalam kesempatan itu, La Nyalla yang hadir bersama Ketua PBNU Marsudi Syuhud, juga memberikan penghargaan pada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi di Maharaja, Depok. "Mudah-mudahan kerja mereka ini amal ibadah yang banyak membantu masyarakat," tuturnya.

La Nyalla berharap, kegiatan ini tetap berlanjut. "Ini sangat sukses, teratur dan sangat rapih, padahal tempatnya kecil, tapi alhamdulillah dalam tiga jam bisa sampai 500 orang yang tervaksin. Kalau tenaga kerjanya lebih banyak saya rasa lebih bagus. Dan ini semua saya liat kerjasama TNI Polri ya,dan kerjasama masyarakat di wakili Mas Amar".

Jika hal ini terus digencarkan, menurutnya target Presiden RI Jokowi soal terbentuknya kekebalan kelompok pada Agustus bisa tercapai. "Mudah-mudahan asal bergerak semua. Jangan sendiri-sendiri. Ini TNI Polri dan masyarakat sudah bagus, apalagi ditambah dengan pemerintah daerah saya yakin bisa," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud mengatakan, menurut pandangan agama, menjaga jiwa itu wajib.

"Dan saya datang ke sini untuk mengapresiasi seluruh masyarakat, relawan, Pak Kapolri, Pak Panglima yang bekerjasama dengan NU dan MUI, itu nyata, dan ini salah satunya di sini," katanya.

Lebih lanjut Wakil Ketua Umum MUI itu menegaskan, vaksin dalah salah stau ikhtiar bangsa yang wajib dilakukan demi keamanan bersama. Karena itulah, menurutnya tak perlu lagi ada keraguan. "Menjaga jiwa adalah tujuan, syariah yang paling utama.Saya harapkan Pemda, Pak Camat, Pak lurah, Pak RT, Pak RW mensuport ini," tuturnya.

"Karena ini kewajiban agama yang dituangkan dalam aturan-aturann, menyatukan antara hukum agama dengan aturan. Baik perdanya, baik Perpresnya, baik undang-undangnya untuk menjaga jiwa," pungkasnya.***

wwwwww