Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Rakyat Butuh Makan, Senyuman Politisi di Baliho Tidak Bikin Perut Kenyang

Rakyat Butuh Makan, Senyuman Politisi di Baliho Tidak Bikin Perut Kenyang
Baliho Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Senin, 09 Agustus 2021 05:42 WIB

JAKARTA - Pemasangan baliho para politisi yang ramai dilakukan di penjuru negeri merupakan hal yang mubazir. Sebab pemasangan itu tidak lantas membuat perut rakyat, yang sedang terhimpit masalah kesehatan dan keuangan, terisi.

"Rakyat kan selama ini ingin bantuan secara konkret. Apakah baliho senyuman sapa politisi menyelesaikan masalah perut rakyat," tanya Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, Minggu (8/8/2021) kemarin.

Menurutnya, di saat rakyat sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan secara nyata seperti sekarang, pesan-pesa yang ada di dalam baliho tidak akan dipedulikan.

Sebaliknya, rakyat justru merasa jenuh dan risih dengan apa yang ditampilkan para politisi tesebut karena kemunculannya tidak tepat.

"Jangan-jangan masyarakat menjadi makin jenuh dan resisten dengan baliho politisi yang dipasang pada masa waktu yang kurang tepat," kata Pangi.

Dari segi waktu, Pangi juga merasa kurang pas karena Pilpres 2024 masih cukup lama. "Pilpres masih jauh, masih cukup waktu untuk menyapa masyarakat via baliho dan menyalami masyarakat," paparnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww