Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Tahun Baru Islam di Tengah Pandemi, Gus Imin: Berkah untuk Kebangkitan Indonesia

Tahun Baru Islam di Tengah Pandemi, Gus Imin: Berkah untuk Kebangkitan Indonesia
Ketum PKB/Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) dalam suatu kesempatan. (foto: dok. pkb)
Selasa, 10 Agustus 2021 23:06 WIB
JAKARTA - Ketum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin) mengimbau umat Islam untuk menjadikan tahun baru Hijriyah 1 Muharam 1443 H yang bertepatan dengan 10 Agustus 2021 sebagai momentum kebangkitan Indonesia untuk mewujudkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa.

"Mari di tahun baru Islam ini kita tingkatkan semangat kemanusiaan dan solidaritas antar sesama. Insya Allah semangat Tahun Baru Hijriyah membawa berkah untuk kebangkitan Indonesia," kata Gus Imin dalam rilis yang dikutip GoNEWS.co, Selasa (10/8/2021).

Gus Muhaimin juga mengimbau umat Islam Indonesia untuk mengisi dan meramaikan Tahun Baru Hijriyah dengan membaca Alquran, zikir, doa, serta menyantuni yatim piatu sesuai dengan tradisi Islam ahlu sunah wal jama’ah.

"Ayo kita sambut Tahun Baru kali ini dengan khusuk, jangan lupa membaca Alquran, zikir, doa awal tahun dan akhir tahun, melaksanakan puasa sunnah, menyantuni anak yatim. Itulah tradisi yang diwariskan ulama ahlu sunah wal jamaah," ungkapnya.

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu juga mengingatkan esensi hijrah Nabi Muhammad SAW yang erat kaitannya dengan pergantian tahun hijriyah. Menurut Gus Imin, esensi hijrah di tengah pandemi saat ini adalah dengan menguatkan solidaritas antar sesama, serta berupaya untuk menghentikan pandemi dengan mengoptimalkan gaya hidup baru.

Islam, lanjut Gus Imin, mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan, termasuk menjaga diri dari wabah yang mengancam nyawa atau kesehatan. Karena itu makna hijrah perlu disesuaikan dengan konteks tersebut.

"Dalam konteks pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan dan sudah banyak menelan korban, hijrah harus dimaknai sebagai lompatan tradisi yang baru, misalnya kalau dulu kita tidak perlu pakai masker, maka sekarang harus pakai. Kalau dulu tidak perlu jaga jarak, maka sekarang harus jaga jarak," pungkas Gus Imin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww