Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Voli

15 WNI Masih Berada di Afghanistan, Ini Sikap Indonesia soal Taliban

15 WNI Masih Berada di Afghanistan, Ini Sikap Indonesia soal Taliban
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: Istimewa)
Rabu, 18 Agustus 2021 08:00 WIB

JAKARTA - Sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) masih berada di Afghanistan hingga saat ini. Opsi evakuasi masih terus dimatangkan oleh pemerintah Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan opsi evakuasi akan diputuskan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya termasuk dari hasil konsultasi dengan berbagai pihak terkait di Afghanistan.

“Ada 15 WNI. Indonesia memantau secara dekat perkembangan yang sangat cepat yang terjadi di Afghanistan,” kata Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Selasa (17/8).

Saat ini, ibu kota Kabul sudah dikuasai oleh Taliban. Presiden dan Wakil Presiden Afghanistan juga sudah meninggalkan negara itu. Sedangkan sejumlah warga negara Afghanistan beramai-ramai ingin meninggalkan negaranya dengan memadati bandara.

Sementara terkait sikap Indonesia kepada Taliban, pemerintah enggan tergesa-gesa. “Segala sesuatunya di sana masih sangat cair, tidak perlu tergesa-gesa,” tegas Faizasyah.

Dalam pernyataan Kemenlu, Indonesia berharap penyelesaian politik tetap dapat dilakukan, melalui Afghan-owned, Afghan-led. Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional.

Kemenlu mengatakan Indonesia terus melakukan komunikasi dengan semua pihak di Afghanistan dan dengan perwakilan PBB dan perwakilan Asing di Afghanistan. Keselamatan WNI, termasuk staf KBRI Kabul, merupakan prioritas pemerintah Indonesia.

“Persiapan evakuasi terus dimatangkan, antara lain melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan. Misi KBRI Kabul akan tetap dijalankan dengan tim esensial terbatas, sambil terus dilakukan pemantauan situasi keamanan di Afghanistan,” sebut Kemenlu RI.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww