Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
17 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Olympic

Tim SAR: 30 Mahasiswa Pecinta Alam Terjebak di Gunung Amonggedo Usai Pengibaran Bendera

Tim SAR: 30 Mahasiswa Pecinta Alam Terjebak di Gunung Amonggedo Usai Pengibaran Bendera
Foto: Tim SAR Kendari Lakukan Persiapan (Doc SAR Kendari)
Rabu, 18 Agustus 2021 10:30 WIB

KENDARI - Sebanyak 30 mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Ameonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) usai melakukan pengibaran bendera, Selasa (17/8/2021). Hal tersebut dibenarkan Kepala SAR Kendari, Aris Sofingi.

"Pada pukul 20.00 WITa Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Bapak Abel staf BPBD Kabupaten Konawe yang melaporkan telah terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) yakni mahasiswa pencinta alam terjebak di Gunung Amonggedo Desa Ulu Benua Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe setelah melaksanakan pengibaran bendera di gunung tersebut," bebernya, Rabu (18/8/2021).

Lanjutnya, jumlah korban diperkirakan kurang lebih 30 orang untuk segera dievakuasi. Usai mendapat laporan tersebut, pada pukul 20.15 WITa tim rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

Ia juga menjelaskan bahwa puluhan mahasiswa tersebut tidak bisa pulang karena tingginya curah hujan sehingga air sungai meluap.

"Setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yg deras," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.50 WITa. Namun setelah melakukan koordinasi penjemputan akan dilakukan pagi hari.

"Setelah melakukan assessment lokasi pada pukul 00.06 WITa Tim SAR gabungan memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pagi hari pada pukul 06.00 mengingat kondisi saat yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati 3 aliran sungai," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta, Voli, Olympic
wwwwww