Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Bumi Borneo, Lahir dari Sebuah Mimpi

Bumi Borneo, Lahir dari Sebuah Mimpi
Sabtu, 21 Agustus 2021 20:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

Setelah Bali United resmi bergabung di Indonesia Basketball League (IBL) musim lalu. Geliat klub di luar pulau Jawa kian meningkat.

Kali ini, giliran Kalimantan yang mencoba unjuk gigi di IBL lewat Bumi Borneo Basketball. Klub tersebut saat ini tengah menjajaki diri masuk ke liga tertinggi di Tanah Air ini.

Bumi Borneo berangkat dengan niat mulia. Klub yang bermarkas di Pontianak itu ingin menjadi gerbang untuk pebasket di Kalimantan tampil di pentas tertinggi. 

“Klub bola basket Bumi Borneo lahir dari sebuah mimpi dan semangat untuk membawa talenta muda ke pentas nasional dan internasional. Bumi Borneo ingin turut serta berkontribusi dalam memajukan ekosistem olahraga bola basket di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Indonesia,” ujar Presiden Bumi Borneo, Yansen Kamto.

“Dengan keikutsertaan Bumi Borneo sebagai klub profesional dari Pontianak di IBL, diharapkan dapat membuka jalan dan menjadi penghubung bagi para talenta muda di Pontianak dan Kalimantan Barat agar dapat meningkatkan kualitas dan jam terbang,” imbuhnya.

Bumi Borneo percaya talenta dari Kalimantan tak kalah dari kota besar di Indonesia lainnya. Saat ini, di IBL juga ada beberapa perwakilan dari Kalimantan seperti Hardianus, Kevin Yonas, Rivaldo Tandra, dan Rizal Falconi.

“Pontianak dipilih sebagai home base karena para pendiri Bumi Borneo percaya akan potensi dan talenta muda di Pontianak dan Kalimantan Barat. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat anak muda untuk terus berjuang dan mendukung klub Bumi Borneo di laga IBL 2022,” tutur Yansen.

Ke depan, Bumi Borneo akan memprioritaskan pemain asli Pontianak untuk bisa tampil di IBL. Adapun untuk musim pertama ini, Bumi Borneo sudah mulai mencari pemain.

“Kami memiliki daftar pemain incaran dan semuanya masih dalam tahap seleksi awal. Ada beberapa nama pemain asal Kalimantan yang juga menjadi fokus target kami,” ujar Yansen. ***

wwwwww