Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat Sebut PAN Terancam, Partai Ummat dan Gelora Berpeluang Masuk Senayan

Pengamat Sebut PAN Terancam, Partai Ummat dan Gelora Berpeluang Masuk Senayan
Ilustrasi Partai Ummat dan Gelora. (Foto: Internet)
Jum'at, 03 September 2021 14:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pangamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai partai baru, terutama yang berbasis agama, seperti Partai Ummat dan Gelora berpeluang masuk Senayan pada Pemilu 2024.

"Peluang kedua partai itu semakin terbuka dengan masuknya PAN ke partai koalisi pendukung pemerintah," kata Jamil kepada media ini, Kamis (2/9/2021) kemarin.

Menurut Jamil, pendukung PAN yang umumnya cenderung kritis, tentu tidak menghendaki PAN masuk partai koalisi pendukung pemerintah. Mereka ini kemungkinan besar akan beralih ke partai baru yang berbasis Islam.

Sebagian pendukung PAN yang berbasis Muhamadiyah diperkirakan Jamil akan beralih ke partai baru yang berbasis Islam. Mereka ini tak sudi mendukung PAN yang berubah haluan mendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan partai baru yang berbasis Islam hanya Partai Ummat dan Gelora yang berpeluang masuk Senayan. Partai Masyumi kiranya sangat sulit mendulang suara yang signifikan untuk mendapat tiket ke Senayan.

"Partai Ummat, tentu punya basis kuat di Muhammadiyah dan Ormas Islam lainnya di luar NU. Sebagian besar suara mereka ini diperkirakan akan meninggalkan PAN, PPP, dan PBB. Mereka akan beralih ke Partai Ummat. Ada kemungkinan suara PAN, PPP, dan PBB akan semakin nyungsep pada Pemilu 2024," kata penulis buku Riset Kehumasan itu.

Sementara Partai Gelora akan bersaing ketat dengan PKS. Mereka akan memperebutkan segmen pemilih yang sama. Karena itu, PKS tidak akan lagi mendapat suara penuh dari segmen Islam yang selama ini sangat loyal. Sebagian pemilih PKS diperkirakan akan beralih ke Partai Gelora.

"Jadi, partai baru yang berbasis Islam, hanya Partai Ummat dan Partai Gelora yang berpeluang masuk Senayan. Itupun kalau dua partai itu mampu memperluas segmen calon pemilihnya dan memanfaatkan kelemahan partai Islam yang saat ini berkoalisi dengan partai pendukung pemerintah," kata Dekan Fikom IISIP Jakarta 1996 - 1999 itu.***

wwwwww