Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

MPR Minta Kemenkes Evaluasi Turunnya Jumlah Spesimen Testing Covid-19

MPR Minta Kemenkes Evaluasi Turunnya Jumlah Spesimen Testing Covid-19
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)
Senin, 06 September 2021 09:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi turunnya jumlah spesimen testing terkait penularan Covid-19.

Hal itu, sambung dia, dalam upaya dapat mengetahui secara pasti alasan terjadinya penurunan spesimen testing yang diperiksa, dan segera memperbaikinya. "Meminta Kemenkes tetap meningkatkan jumlah spesimen testing yang diperiksa meskipun situasi pandemi di Indonesia saat ini diklaim semakin membaik," kata Bamsoet, di Jakarta, Senin (6/9/2021).

"Serta mengklasifikasikan spesimen tersebut secara spesifik, seperti keperluan tracing dan testing yang diperuntukkan untuk syarat aktivitas atau perjalanan, maupun testing yang diperuntukkan untuk keperluan lainnya," tambahnya.

Tidak hanya itu, Bamsoet mengingatkan agar Kemenkes terus berkomitmen berupaya untuk menurunkan angka positivity rate minimal mencapai target dan standar World Health Organization (WHO) yakni di bawah 10 persen, dan meminta agar upaya penurunan angka positivity rate tersebut pelaksanaannya secara riil serta diiringi dengan transparansi data yang valid dan jelas.

"Meminta Kemenkes dalam menggencarkan testing, tracing, dan treatment atau 3T secara beriringan, serta perlu pengaturan strategi yang tepat agar dapat mengikutsertakan masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan 3T, khususnya kemauan dan partisipasi untuk melakukan testing dan tracing," ucap politikus Golkar itu.

"MPR juga meminta pemerintah melalui Kemenkes untuk memperbanyak jumlah dan meningkatkan kualitas 3T secara keseluruhan, serta utilitas sumber daya manusia dan kelengkapan alat dan pendistribusiannya ke setiap wilayah," tambahnya.

Dalam kesempatannya itu, Bamsoet juga meminta pemerintah daerah (Pemda) bila menemukan kasus infeksi yang tinggi di daerah agar segera memberikan perhatian secara khusus dan tidak menutup-nutupinya atau takut hal tersebut menjadi wanprestasi daerah. "Dikarenakan hal tersebut dapat menimbulkan kerawanan kesehatan di masyarakat," pungkasnya.***

wwwwww