Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Junas Maknai Haornas ke-38 Sebagai Momen Kebangkitan

Junas Maknai Haornas ke-38 Sebagai Momen Kebangkitan
Pertandingan bola basket. (Dok. iblindonesia)
Kamis, 09 September 2021 22:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Puncak acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38 digelar di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 9 September 2021. Direktur Utama Indonesia Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, memaknai Haornas sebagai momen kebangkitan.

Dalam dua tahun terakhir, Junas menilai basket Indonesia mulai menggeliat lagi. Terbukti pada IBL 2021, antusias semakin tinggi. Mulai munculnya klub baru seperti West Bandits Solo, Bali United juga membuktikan industri basket mulai dilirik.

Animo penonton juga bertambah di IBL Pertamax 2021. Larangan suporter hadir ke venue membuat jumlah penonton streaming bertambah.Bagi IBL, jumlah 71 ribu penonton tersebut menjadi yang paling banyak yang pernah dicatatkan.

Antusiasme penggila basket Indonesia seakan sudah tidak tertahankan. Meski harus mendukung dari rumah, mereka tidak ingin kehilangan gim per gim IBL Pertamax 2021. “Momentum sedang naik dua tahun belakangan, ini bisa menjadi modal penggerak menuju FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023,” ujar Junas.

“Minat masyarakat, terutama anak muda juga semakin tinggi menyaksikan di era digital. Musim lalu, kami berhasil memecahkan rekor penonton streaming sebanyak 71 Ribu penonton,” imbuhnya. Dengan semakin meningkatnya animo terhadap basket, Junas berharap olahraga ini bisa semakin digandrungi. “Sebagai liga, kami ingin membantu lebih banyak masyarakat bermain basket dan semakin populer,” tutur Junas. ***

wwwwww