Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Ekspor di ECS Diprediksi Tembus 100 Juta Dolar AS

Ekspor di ECS Diprediksi Tembus 100 Juta Dolar AS
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto. (foto: ist./antara)
Minggu, 12 September 2021 08:35 WIB
SURABAYA - Realisasi ekspor dalam program ECS (Export Center Surabaya) diperkirakan tembus hingga 100 juta dolar AS pada akhir 2021.

Pasalnya, kata Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, realisasi ekspor dalam ECS hingga Agustus 2021 sudah mencapai 70 juta dolar AS.

"Kami optimistis bisa mencapai 100 juta dolar AS. Ini melebihi target sebesar 64 juta dolar AS," kata Adik dikutip GoNEWS.co dari Antara, Minggu (12/9/2021).

Melalui ECS, kata Adik, tercatat ada sekitar 100 eksportir baru. Sebagian besar komoditas yang diekspor diantaranya, furnitur, makanan dan minuman, kerajinan, emas perhiasan, serta minyak jelanta.

"Adapun negara tujuan ekspor terbesar adalah ke Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Asia," kata Adik.

Sebagai informasi, program ECS adalah program yang dimaksudkan untuk mendorong peningkatan ekspor non migas di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. ECS merupakan kerjasama Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Timur, Kementerian Perdagangan, Rumah Kurasi dan Pemprov Jawa Timur (Jatim).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Jawa Timur
wwwwww