Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Basket

Harga Minyak dan Emas Jatuh, Dolar Naik

Harga Minyak dan Emas Jatuh, Dolar Naik
Ilustrasi dolar Amerika Serikat. (gambar: reuters via antara)
Sabtu, 18 September 2021 12:00 WIB
NEW YORK - New York mencatatkan akhir perdagangan untuk minyak dan emas turun pada Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Tapi kurs dolar Amerika Serikat (AS) naik di waktu yang sama.

Lansiran Antara yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (18/9/2021) menyebut, harga minyak turun karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko kembali berproduksi. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 33 sen menjadi menetap di 75,34 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober terpangkas 64 sen menjadi ditutup pada 71,97 dolar AS per barel.

Di waktu yang sama, indeks dolar dalam hal ini ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik menjadi 93,220, tertinggi sejak minggu ketiga Agustus. Indeks terakhir menguat 0,4 persen pada 93,207. Untuk minggu ini, indeks dolar naik 0,6 persen. Ini jadi persentase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Agustus.

Di sisi lain, harga emas melanjutkan penurunannya pada waktu yang sama. Penurunan ini memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut di tengah aksi jual yang tajam karena dolar menguat, dengan semua perhatian investor tertuju pada strategi tapering Federal Reserve (Fed) AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh lagi 5,3 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 1.751,40 dolar AS per ounce. Emas berjangka kehilangan 2,3 persen untuk minggu ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:antaranews.com
Kategori:Ekonomi, Basket
wwwwww