Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pemulihan Ekonomi Daerah Tergantung Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19

Pemulihan Ekonomi Daerah Tergantung Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19
Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi salam komando dengan Mendagri Tito Karnavian usai rapat di DPD RI. (Foto: Istimewa)
Senin, 20 September 2021 18:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA- Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) berpandangan proses pemulihan ekonomi daerah sangat tergantung pada keberhasilan dalam menangani pandemi Covid-19. Hal itu mengemuka pada Rapat Kerja Komite I DPD RI dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, membahas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah pada masa Pandemi Covid-19, di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (20/9/21).

Selain disiplin protokol kesehatan, akselerasi pemberian vaksin jelas menjadi game changer pemulihan ekonomi nasional dan daerah. Selain itu, perlu penguatan collaborative governance pelibatan aktor kunci dan multistakeholder dalam perumusan kebijakan, penyelenggaraan dan pengawasan penanganan pandemi Covid-19.

Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi mengatakan berdasarkan hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh Komite I DPD RI, baik dalam rapat-rapat, kunjungan kerja maupun penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah. Komite I menilai banyak capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah namun masih terdapat berbagai kendala atau masalah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah pada masa pandemi covid-19," tutur Fachrul Razi saat membuka rapat kerja.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan pemerintah sedang melakukan agresif testing di seluruh daerah kepada masyarakat lainnya untuk mendapatkan jumlah yang representatif kepada populasi di daerah untuk menekan laju penularan Covid-19.

"Laju Covid-19 harus di tekan di bawah 5% dari populasi di daerah, dalam perjalanan kita melalui trial dan error mencari formula yang pas. Penyakit ini adalah menginfeksi saluran pernafasan memakai masker menjadi kunci, menular terjadi karena kontak maka menjaga jarak penting, rajin mencuci tangan intinya 5M sangat perlu ditekankan untuk mencegah penularan," ujar Tito.

Tidak mudah menjalankan kendali sosial, tidak bisa dikerjakan pusat saja, harus kepala daerah sampai stakeholder terkait membuat peraturan di daerah masing-masing sehingga upaya persuasif dan kohesif untuk penerapan protokol kesehatan.

"Saat ini pemerintah terus memparalelkan kebijakan pusat dan daerah dan mengorkestrasi kebijakan antar kementerian untuk menangani pandemi ini di bawah arahan langsung Presiden. Ini krisis multi dimensi oleh karena itu keserentakan dari pusat dan daerah menjadi penting," ucapnya.

Kebijakan Pemerintah dalam pengendalian penyebaran Covid-19 bertujuan untuk keselamatan rakyat, melalui konsistensi kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 dan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Vaksin adalah game changer untuk menanggulangi Covid-19, oleh karena itu perlu adanya terobosan yang dilakukan dalam percepatan vaksinasi. Daerah boleh melakukan terobosan sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing dan sesuai skala prioritas karena vaksin masih terbatas," lanjut Tito.

Senator Aceh itu menambahkan, penanganan Covid 19 di daerah belum berjalan efektif, akibat tidak jelasnya regulasi tunggal yang mengatur terkait hal ini. Ada Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan, Keppres Kedaruratan Covid-19, Permenkes, PMK, Permendagri/Instruksi Mendagri, namun implementasi di lapangan berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, pelayanan publik kurang efektif pada masa pendemi Covid 19 yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain koordinasi yang lemah antar kementerian dan lembaga, kewenangan pemerintah pusat yang terlalu besar, kordinasi hubungan pusat dan daerah belum berjalan dengan baik, lemahnya penyerapan anggaran di daerah dan korupsi. Bantuan sosial maupun dana penanganan covid-19.

"Melalui rapat kerja ini Komite I ingin pemerintah melalui Kemendagri untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan baik di pusat dan daerah dapat berjalan secara efektif dan optimal mendorong percepatan belanja daerah dalam penanganan Covid-19," pungkas Fachrul Razi.

Pada kesempatan yang sama, Senator Jambi M Syukur menyangkut kebijakan politik pemerintah soal penerapan anggaran daerah agar tepat sasaran. Perlu adanya evaluasi setiap tahapan pemakaian anggaran di daerah agar diketahui penyerapan itu agar tepat fungsi bukan hanya habis saja.

"Selain itu, saya menyoroti pemakaian kebijakan pemakaian aplikasi pedulilindungi.id untuk mengontrol pergerakan dan screening Covid-19, karena tidak semua masyarakat mempunyai gawai dan kebijakan ini perlu diperbaiki agar tidak menghalangi hak masyarakat dalam beraktifitas," tukas M Syukur.***

wwwwww