Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tak Suka Anies Jadi Presiden Tanda Giring Belum Move On dari Kekalahan Ahok

Tak Suka Anies Jadi Presiden Tanda Giring Belum Move On dari Kekalahan Ahok
Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).(Foto: Kompas.com)
Rabu, 22 September 2021 18:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang tidak suka jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Presiden sarat dengan kebencian dan sangat tidak objektif. Demikian antara lain disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Rabu (22/9/2021).

"Giring tampaknya belum move on dari kekalahan Ahok yang didukung PSI," kata Jamiluddin.

Menurut Jamiluddin, secara sadar ataupun tidak, penilaian Giring kepada Anies ini hanya menggunakan perasaan, bukan rationya. Oleh kareannya, penilaian Giring dengan sendirinya lebih kental terbawa emosi, tanpa didukung data yang memadai.

Disisi lain kata Jamil, penilaian Giring tersebut mencerminkan levelnya yang belum pantas menjadi ketua umum.

"Giring terkesan levelnya masih seperti politisi junior yang hanya sekedar mencari panggung," tandas Jamiluddin.

Jamiluddin berpendapat, dampak penilaian Giring ini akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri yakni masyarakat akan menilai kualitas Giring masih dibawah standar. Padahal selama ini Giring menebar banyak baliho yang ingin mencalonkan jadi presiden.

"Jadi, Giring sudah blunder baik bagi dirinya sendiri maupun partainya. Hal itu tentu merugikan PSI untuk menghadapi pemilu 2024," pungkas Jamiluddin.***

wwwwww