Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Azis Syamsuddin Ditangkap KPK, Ini Calon Kuat Penggantinya di DPR

Azis Syamsuddin Ditangkap KPK, Ini Calon Kuat Penggantinya di DPR
Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar Adis Kadir (kedua kanan), Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurul Arifin (kiri), Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) Partai Golkar Supriansa (kedua kiri), dan Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid. (foto: ist)
Sabtu, 25 September 2021 23:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Tertangkapnya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memicu pergolakan di Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Alih-alih menangkis dampak negatif dari penangkapan kadernya, partai beringin kini malah fokus menyiapkan kader lainnya untuk menduduki kursi pimpinan dewan.

Azis Syamsuddin menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DPR, sehari usai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Dengan demikian, Partai Golkar bergegas mencari penggantinya di kursi pimpinan dewan.

"Partai Golkar dengan ini memberitahukan bahwa saudara Azis Syamsuddin telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir saat konferensi pers di Fraksi Golkar DPR, Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Adies mengakui, partainya saat ini tengah menyiapkan pengganti Azis di DPR. Namun politisi asal Surabaya itu tak bisa memperkirakan siapa yang paling berpeluang menggantikan Azis. "Hal ini adalah hak prerogratif dari Ketum Partai Golkar," kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Dua nama yang beredar dan dianggap sangat berpeluang besar untuk menduduki jabatan mentereng di kursi pimpinan DPR RI yakni Ketua Fraksi Golkar Kahar Muzakir dan Adies Kadir sendiri yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR.

Selain dua nama itu, ada beberapa nama lain yang juga memiliki potensi. Di antaranya adalah Ahmad Doli Kurnia (inisiator Generasi Muda Partai Golkar), Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR R), politisi senior Golkar yang kini menjadi Ketua Badan Anggaran DPR RI Melchias Markus Mekeng serta Wakil Ketua Umum Nurul Arifin.

Diketahui, tim KPK yang dipimpin Karyoto menciduk Azis Syamsuddin di rumahnya yang terletak di kawasan Jakarta Selatan. Azis ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

"Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan,' ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konfernesi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu.

Sebelumnya, Azis telah dipanggil oleh KPK pada Jumat kemarin (24/9/2021). Namun, dia mangkir dengan alasan sedang melakukan isolasi mandiri. Tetapi, setelah dilakukan swab antigen ternyata hasilnya nonreaktif Covid-19.

KPK menetapkan Aziz sebagai tersangka terkait kasus suap yang melibatkan penyidik lembaga antirasuah, Stepanus Robin Pattuju. Azis meminta Stepanus untuk meminta tolong 'mengurus' kasus korupsi di Kabupaten Lampung Tengah yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lain, Aliza Gunado.***

wwwwww